si Fulan membakar Dupa (kemenyan arab) untuk membuat harum seisi ruangan tapi ternyata tercium sampai keluar, Tetangganya yang berjenggot sangat tebal dan sangar mencium bau itu lalu bertamu kemudian berkata dengan tegas “matikan itu, syirik itu, musyrik kamu” si Fulan bingung dan bertanya Sesatkah Aku???
DIarsipkan di bawah: Uncategorized




Allahu a’lam
Allahu’alam Juga
Nah ntw gimana sie??? sesat bukan??, tapi kalo tujuannya cuma untuk membuat harum ruangan ga apa2 kale???
hanya saja dalam lingkungan masyarakat pembakaran kemenyan itu identik dengan yang mistik2 n untuk menyembah berhala jadi secara otomatis orang2 beranggapan itu syirikn musrik….Astagfirullah, Nauzubillah…. Allahu’alam.
Bukanya tergantung NIYAT??? atou….???
ada yang beminat menjelaskan dengan lebih detil tentang syirik dalam hal ini???
aku brminat mendengarnya.. tolong imelkan padaku yah??
easta87@yahoo.com
… maksih…
Terima kasih atas semua komentnya disini, begini penjelasannya tetang kasus diatas
Bahwasanya di negeri arab dari jaman dahulu bahkan Rasul SAW sendiri sering melakukan hal tersebut diatas. Dan sampai sekarang kabarnya disana masih sering melakukan hal demikian (membakar harum2an untuk membuat ruangan harum) dan Bila anda berkunjung ke Majelis Habib Ahmad bin Zein Al-Hadad (maaf kalo salah nulis) yang terletak di pintu peti kemas Tanjung Priok, maka anda akan mendapati yang demikian, jadi sama sekali tidak ada Nilai klenik disini apalagi Syirik disini, Dukun itu ngikutin kita kok Bukan kita yang ngikutin Dukun ya toh???
Semoga bermanfaat, kalo anda yang kurang setuju dengan yang saya ungkapkan, silahkan marah2 tapi dalam hati saja yaaaaa
Kemenyan memang dulu digunakan untuk pewangi ruangan. Cuma sekarang agak jarang ditemukan orang bakar kemenyan sebagai pengharum. Mungkin karena udah “dibajak” dukun kali ya. Jadi kemenyan dianggap atributnya dukun.