Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh, Saudaraku sekalian yang dirohmati oleh Allah SWT. Marilah kita panjatkan puji dan syukur kita dihadirat-Nya yang dengan nikmat dari-Nyalah kita masih dapat bertemu dan bersilaturohmi melalui situs ini. Sholawat dan salam semoga tetap tercurah dengan mesra dan indah keharibaan juru selamat agung, hamba pilihan, kekasih Allah, dialah Rasulullah Nabiyullah Muhammad SAW, semoga diakhir jaman nanti kita semua dapat dipandang dan diberi syafaat oleh beliau. Dan pada akhirnya dapat bertemu dan ber-muwajahah dengan beliau disyurga, amiin Allahumma amiin.
Pertama-tama saya ucapkan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada para shohabat yang berjuang dengan gigih untuk kejayaan Al-Islam, dan tak lupa kepada penerus-penerusnya yang sama gigihnya memperjuangkan agama Allah tersebut. Tak lupa pula salam hormat saya haturkan kepada para habib, ulama, kyai dan ustadz yang dengan ridho dan ikhlas mengajari dan membimbing ummat.
Saudaraku, Sudah berapa lamakah kita hidup? Berapa anak yatim yang sudah kita santuni? Berapa air mata yang sudah kita usap? Dan berapa kebaikan sudah yang kita semai selama ini? Sudahkah itu semua cukup untuk menjadi bekal kita, bekal perjalanan kita menuju keabadian, bekal untuk menghadap Raja Semesta Alam, Dia-lah Allah Azza Wa Jalla yang menciptakan kita dan alam ini dengan berbagai keindahannya.
Sungguh saya sendiri merasa belum siap dan belum cukup bekal diri ini untuk perjalanan itu, dan mungkin hingga akhir kehidupan ini rasa belum cukup itu akan selalu ada. Bila dibanding dengan kerusakan yang telah kita timbulkan, kerusakan yang kita ciptakan, kemaksiatan yang kita lakukan semuanya tidak sebanding dengan kebaikan yang telah kita lakukan. Terlalu banyak kerusakan, kehancuran, tangis, marah, kesedihan, kegundahan yang semuanya terjadi kerena ulah kita. Kita tidak menghargai alam ini, membuat kerusakan dan kehancuran atas alam ini. Kita memakai dan mengambil segalanya dari alam tapi tiada memberikan apa yang harusnya menjadi hak Alam atas kelestarian. Sering kita melukai perasaan saudara kita, membuatnya mereka menangis, marah, dan bersedih bahkan tak kadang kita juga menyebarkan teror yang membuat hati saudara kita menjadi gundah, menghilangkan kebahagian mereka dan merampas hak mereka atas kebahagian itu. Sadarkah kita melakukan itu semua?
Namun terlepas dari itu semua, kita tetap harus bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada kita, atas nikmat yang tiada pernah kita hitung dan tidak dapat kita hitung. Banyak sekali nikmat yang Allah berikan kepada kita yang kesemuanya itu diperoleh dengan gratis tanpa harus anda mengeluarkan segepok uang bahkan sekeping pun tidak. Tiada yang Allah harapkan dari kita, tiada butuh Dia atas apa puji-pujian dari kita, malah sebaliknya kitalah yang membutuhkan Ia, kita yang seharusnya memuji dan mengagungkan Asma-Nya sebagai rasa syukur kita atas apa yang telah Allah berikan kepada kita.
Alam ini begitu indah, gunung menjulang, laut membentang dan daratan terhampar kesemuanya itu Allah sajikan dan Allah ciptakan untuk anda sekalian segenap manusia. Bila kita memandang alam ini, sungguh tiada cacat sedikitpun, indah dan hanya decak kagum yang keluar dari sela-sela bibir kita. Namun kita terkadang lupa untuk menjaga itu semua, hanya mengambil, menyita segala yang alam ini miliki namun kadang kita lupa dan luput untuk menggantinya kembali dengan menjaga kelestariannya. Hanya itu yang alam ini inginkan, ia tak butuh uang anda, ia tak butuh emas anda bahkan ia punya yang lebih dari apa yang anda punyai. Tapi mereka butuh sentuhan anda, dekapan anda dan sedikit kasih sayang dari anda, hanya itu yang alam ini butuhkan.
Saudaraku, maknailah hidup ini agar anda tiada menyesalinya dikemudian hari. Buat diri anda menjadi berarti bagi orang lain, lebih menghargai orang lain hingga nantinya orang lain akan menghargai anda. Ingatkah anda ketika anda dilahirkan, berapa orang yang senang atas kedatangan anda, mereka dengan senang hati menyambut anda maka sudah sepantasnya kita membelasnya dengan lebih menghargai dan menghormati mereka semua sekalian manusia. Orang tua kita adalah orang yang paling berhak dan paling pantas anda hargai dan hormat sebelum semua orang di dunia ini. Walau kita tak mampu membalas apa yang mereka berikan tapi sedikit do’a dan rasa hormat akan membuat mereka menjadi sangat bahagia.
Saudaraku, Memang hidup ini hanya sebentar, tapi jadikanlah yang sebentar itu menjadi sesuatu yang berarti bagi sekeliling kita. Banyak tokoh yang jasadnya telah rusak, badannya telah bercampur dengan tanah namun namanya tetap berkumandang sampai sekarang. Tiada lain itu karena mereka menjadi hidup mereka berguna dan berarti bagi orang lain, sehingga orang akan tetap mengenang dan mengenal mereka walau mereka telah tiada.Sudah sepantasnyalah kita belajar dari mereka yang membaktikan hidupnya demi orang lain. Tidak perlu menyerupai mereka tapi lakukan dengan jalan dan cara kita masing-masing.
Akhirnya segala sesuatu kebaikan itu hanyalah dari Allah dan segala kesalahan itu dari saya. Semoga dapat dimabil manfaat. Afwan, Wassalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh


salam… jika kita kembalikan segala sesuatunya kepada Allah… sungguh terasa nikmat hidup ini. banyak manfaat yang dapat saya ambil dari sini. muhasabah nafsi adalah salah satu kuncu sukses setiap manusia.
Salam juga……Hasbiyallah Wani’malwakil Ni’malmaula Wani’mannashir