• Arsip Posting Blog Ini

  • Assalamu’alaikum Saudaraku

    Selamat Datang Di Gubug Maya milikku, Sebagai tamu adalah suatu kehormatan bagi saya untuk menjamu anda dengan tulisan-tulisan saya yang kurang berilmu. Komentar Anda Adalah Bentuk Perhatian Anda Bagi Kami Terima kasih Kunjungannya
  • Makna Hidup !!!!!

    Katika kita lahir, kita menangis dan semua orang tertawa melihatnya maka ketika kita mati, seharusnya kita buat mereka menjadi menangis melihat kita dan kita tertawa karena melihat syurga sesaat sebelumnya
  • Kata Mutiara

    Orang Cerdik Adalah orang yang selalu menjaga dirinya dan beramal untuk bekal sesudah mati, Orang Kerdil adalah orang yang hanya menuruti hawa nafsunya tetapi ia mengharapkan berbagai harapan pada Allah (HR Turmudzi)
  • Halaman yang ada

  • Hisab Bernilai BENAR jika telah jatuh Rukyah

  • Islam Rohmatan Lil’Alamin

    Jangan Membuat Sulit Pengamalan Islam Karena Islam Itu Mudah dan Memudahkan
  • Hikmah

    "Orang yang kaya beramal dengan hartanya, Orang miskin beramal dengan kesabarannya"
  • Istiqomah!!!

    Kadang apa yang kita lakukan tiada menghasilkan apapun kecuali kepenatan, tapi keistiqomahan akan berbuah dan buah istiqomah itu tidak lain adalah sebuah kebahagian
  • Tebarkan Kebaikan

    Silahkan ambil artikel atau apapun di situs ini tanpa harus meminta ijin namun menyertakan link balik ke situs ini sebagai wujud etika berjaringan. Terima kasih telah berbagi ilmu dengan saya
  • Total Pengunjung yang Pernah Singgah

  • Yang Sedang Online(s)

  • Jalin Silaturahim Lewat Jaringan Silahkan Klik

    Gak Bisa di Klik??? Langsung aja add radenmas_surya
  • Hati dan Cahaya Ke-Maha Agung-an Allah

    "tidak akan cukup untuk menampung Ku Langit Ku dan Bumi Ku itu, yang cukup menampung Ku adalah jiwa hamba Ku yang beriman" (hadist Qudsi)
  • Rumusan Tulisan

Mungkinkah Allah tersingung dengan kita?

Saudara X tinggal di Harmoni, sekitar 100 meter dari Istana Negara, tempat dinas Presiden. Ia lalu ditanya wartawan, apakah ia pernah mengirimkan surat kepada orang no 1 di Indonesia itu.

Wartawan : ” Saudara X, sudah berapa lama anda tinggal disini (Harmoni, Edr)

X              : ” Wah, sejak dari kecil mas….sejak lahir malahan, sejak jamannya presiden soeharto,alm hingga sekarang SBY saya tinggal disini.”

Wartawan : ” Sudah lama sekali ya…..lalu apakah anda pernah mengirim surat secara langsung kepada presiden, mengingat jarak rumah anda dan tempat dinas presiden sangat dekat?”

X             : ” Wah…..kalo itu mah belum pernah mas….cari mati namanya kalo saya kirim surat langsung ke Presiden, Bukan lurah atau camat yang tersinggung bisa-bisa presidennya yang tersinggung, ntar saya malah bisa di Dor…..hehehe ( sambil meringis )”

Dari cuplikan wawancara itu hendaknya kita tahu bila untuk mengirim surat ke orang no 1 di Indonesia saja tak bisa langsung diserahkan kepada yang bersangkutan. tetapi harus melalui jalur yang telah ditentukan. walau sekarang sudah ada SMS Presiden tapi tetap saja Presiden tidak menerima langsung melalui HPnya, tapi melalui oran kepercayaannya dulu.

Lalu apa hubungannya dengan judul yang ada diatas?

Tak perlu diragukan dan tak bisa dibantah bahwa Allah Azza Wa Jalla adalah Dzat yang paling Mulia, Ia-lah yang ada dibalik penciptaaan langit dan bumi dan Dia-lah Dzat No 1 di Alam semesta yang Maha Luas ini. Sebagaimana seorang Presiden yang selalu mendengarkan keluh kesah rakyatnya, Allah pun selalu mendengar bahkan lebih baik setiap keluh dan kesah makhluknya yang ada didunia ini, termasuk keluh dan kesah seorang presiden.

Allah itu maha mendengar lagi maha mengabulkan segala Do’a, namun apakah cara kita berdo’a itu sudah benar sehingga layak untuk dikabulkan? Ataukah Allah merasa tersinggung dengan cara berdo’a kita yang tidak menunjukkan sopan santun dan tatacara yang benar. Bila kita hendak menyurati Presiden saja, kita harus melalui Rt dulu, lalu Lurah dan seterusnya hingga baru sampai ditangan Presiden surat kita. Seberapapun dekatnya rumah kita denga rumah Presiden, jalurnya tetap sama.

Begitu pula ketika kita berdo’a pada Allah, sebelum berdo’a alangkah baiknya kita memberikan penghormatan kepada para Habaib, Aulia, Syuhada dan Orang Sholeh. Lalu kita memberi Sholawat Atas Nabi SAW karena dialah yang lebih mengenal Allah dibanding manusia manapun. Lalu barulah kita berdo’a dengan khusu’ agar Allah memandang kita dengan cinta bukan dengan kebencian. Bila engkau belum mampu memberi penghormatan kepada Habaib, Aulia, Ulama, Syuhada dan Orang Sholeh maka setidaknya jangan pernah kamu lupa untuk memberi penghormatan kepada Juru Selamat yang Agung, Dialah Baginda Rasulullah SAW, agar Allah mau mendengarkan keluh kesah kita dan memberi ketenangan hati pada kita

Jangan sampai Allah tersinggung lantaran kita berdo’a sesukan kita dan merasa bahwa kita itu sudah mengenal dengan akrab Robil ‘Alamin. Sehingga kita dengan kesombongan berdo’a tanpa memberi penghormatan kepada hamba-Nya yang lebih mengenal-NYa.

Semoga menjadi Ibroh, Allahu’alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: