• Arsip Posting Blog Ini

  • Assalamu’alaikum Saudaraku

    Selamat Datang Di Gubug Maya milikku, Sebagai tamu adalah suatu kehormatan bagi saya untuk menjamu anda dengan tulisan-tulisan saya yang kurang berilmu. Komentar Anda Adalah Bentuk Perhatian Anda Bagi Kami Terima kasih Kunjungannya
  • Makna Hidup !!!!!

    Katika kita lahir, kita menangis dan semua orang tertawa melihatnya maka ketika kita mati, seharusnya kita buat mereka menjadi menangis melihat kita dan kita tertawa karena melihat syurga sesaat sebelumnya
  • Kata Mutiara

    Orang Cerdik Adalah orang yang selalu menjaga dirinya dan beramal untuk bekal sesudah mati, Orang Kerdil adalah orang yang hanya menuruti hawa nafsunya tetapi ia mengharapkan berbagai harapan pada Allah (HR Turmudzi)
  • Halaman yang ada

  • Hisab Bernilai BENAR jika telah jatuh Rukyah

  • Islam Rohmatan Lil’Alamin

    Jangan Membuat Sulit Pengamalan Islam Karena Islam Itu Mudah dan Memudahkan
  • Hikmah

    "Orang yang kaya beramal dengan hartanya, Orang miskin beramal dengan kesabarannya"
  • Istiqomah!!!

    Kadang apa yang kita lakukan tiada menghasilkan apapun kecuali kepenatan, tapi keistiqomahan akan berbuah dan buah istiqomah itu tidak lain adalah sebuah kebahagian
  • Tebarkan Kebaikan

    Silahkan ambil artikel atau apapun di situs ini tanpa harus meminta ijin namun menyertakan link balik ke situs ini sebagai wujud etika berjaringan. Terima kasih telah berbagi ilmu dengan saya
  • Total Pengunjung yang Pernah Singgah

  • Yang Sedang Online(s)

  • Jalin Silaturahim Lewat Jaringan Silahkan Klik

    Gak Bisa di Klik??? Langsung aja add radenmas_surya
  • Hati dan Cahaya Ke-Maha Agung-an Allah

    "tidak akan cukup untuk menampung Ku Langit Ku dan Bumi Ku itu, yang cukup menampung Ku adalah jiwa hamba Ku yang beriman" (hadist Qudsi)
  • Rumusan Tulisan

Para Pencari Beras

Mak Surti, begitu sapanya sehari-hari. Hari ini seperti biasa dia bersiap-siap untuk bekerja mencari dan menjemput Rizki dari Allah. Bukan di Kantor tentunya karena usianya sudah lebih dari 60 tahun, bukan pula berdagang dipasar tapi ia bersiap untuk menanti datangnya Truk-Truk pengangkut beras yang datang ke pasar Induk. Dengan berbekal plastik kresek dan topi lapuk untuk mengurangi sengatan panas matahari, ia pun berangkat dengan berjalan walau kakinya sudah tidak kuat lagi seperti dulu.

Dalam perjalanan Mak Surti bertemu rekan sejawatnya yang juga sudah lanjut yaitu Mbok Pinah. Mereka sering bertemu, malah hampir tiap hari karena tempat kerja mereka yang sama yaitu di pasar Induk. Sesampainya di pasar Induk sambil menunggu Truk Beras yang datang mereka pun masih sempat bercanda dan mengobrolkan tentang cucu-cucu dan anak-anak mereka yang entah pada kemana. Yang mereka berdua ingat hanyalah anak mereka pergi merantau ke luar pulau dan tak kunjung kembali. Dan kini tinggallah nenek-nenek yang sudah Uzur itu tinggal sendiri bertemankan tikus, kecoa dan cicak yang kadang berkunjung ke Gubug mereka.

Tak lama kemudian Truk Beras pun datang, dengan semangat Mak Surti dan Mbok Pinah berdiri dan berkata degnan lantang “Terus-terus………..kiri dikit……maju dikit Peeerrr, Balas…….Stop” sampai aku tak percaya kalau didalam tubuh yang tua itu masih berkobar semangat yang begitu besar. Tapi tunggu dulu mereka bukan tukang parkir pasar, kita lihat saja apa yang akan mereka lakukan nanti. Tak lama kemudian buruh-buruh panggulpun berdatangan mengangkut tiap karung beras yang mungkin kalo dihitung lebih dari 300 karung. Gancu-gancu merekapun menerjang tiap karung beras itu, dan percikan beras yang keluar karena karung yang robek pun tak bisa dihindarkan. Tampak Mak Surti dan Mbok Pinah duduk manis sambil berharap mereka segera kelar.

Lalu lalang para buruh panggul tak dihiraukan mereka, mata mereka justru tertuju pada tiap butir beras yang terjatuh ke tanah dan lantai koperasi pasar tempat beras itu dikumpulkan sebelum dijual lagi kepara anggota yang tak lain adalah pedagang dipasar itu. Sopri Truk tampak menghampiri mereka, sang sopir nampak menawari minuman kepada Kedua Nenek itu. Jangan heran kalo Sopir itu kenal betul dengan mereka karena mereka di Pasar itu sudah hampir 15 tahun. Bahkan bisa dibilang semua Sopir Truk beras kenal dengan mereka, kecuali Sopir yang masih baru ke Pasar itu. Tanpa ragu Mak Surti dan Mbok Pinah pun menerima minuman yang disodorkan oleh Sopir dan berterimakasih.

Tak lama kemudian, salah seorang kuli panggul memanggil Mak Surti dan Mbok Pinah, ia berkata :”Mak…….Dah selesai.” Tanpa dikomandoi mereka berdua langsung menuju ke Truk beras itu dan mengais tiap butir beras yang tercecer. satu persatu butir dikumpulkan dan dimasukkan ke plastik kresek yang mereka bawa. Sang Sopir dengan Iba memperhatikan dan sesekali mengelur dadanya melihat nasib tragis kedua nenek-nenek itu, namun keduanya tetap tegar tak pernah mengupat pada nasib mereka. Tak lama kemudian butir-butir beras telah habis mereka kumpulkan. Mereka pun turun dari Truk walau dengan susah payah sama seperti ketika naik. Terkadang ada buruh/kuli panggul yang mengangkat dan menurunkan mereka tapi sepertinya hari ini ia tidak terlihat.

Sesampainya dibawah mereka menghampiri Sopir yang masih beristirahat sambil minum es teh dan beberapa gorengan disampingnya. Sebelum Keduanya menyapa Sopir, Sopir tersebut justru bertanya :”Dah selesai Nek?”tanya sang Sopir. Mereka pun dengan lega dan perasaan yang senang berkata :”Udah…..tinggal yang didepan koperasi, tapi nanti saja kalo yang disana.Lagi rame.” sahut Mak Surti. Mereka pun duduk kembali disamping Sopir dan meminum kembali es teh yang tadi diberikan Sopir untuk mereka.

Setelah agak sepi, mereka beralih kedepang koperasi mengumpulkan sisa beras yang berserakan tak karuan disana. Begitu terus setiap hari yang mereka berdua lakukan hingga senjamulai menyingsing, mereka baru beranjak dari Pasar menuju gubug mereka untuk melepas lelah dan bersiap memulai hari yang baru esok hari dengan harapan BUTIR BERAS YANG MEREKA DAPAT LEBIH BANYAK DARI HARI INI.

” Di disetiap Rizki yang kau dapat ada hak fakir miskin, orang-orang yang terbelit hutang, janda-janda yang jompo, anak yatim yang kelaparan ”

” Orang Kaya beribadah dengan Hartanya, Orang Miskin beribadah dengan Kesabarannya”

Semoga bermanfaat. Allahu’alam

islamkucinta.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: