• Arsip Posting Blog Ini

  • Assalamu’alaikum Saudaraku

    Selamat Datang Di Gubug Maya milikku, Sebagai tamu adalah suatu kehormatan bagi saya untuk menjamu anda dengan tulisan-tulisan saya yang kurang berilmu. Komentar Anda Adalah Bentuk Perhatian Anda Bagi Kami Terima kasih Kunjungannya
  • Makna Hidup !!!!!

    Katika kita lahir, kita menangis dan semua orang tertawa melihatnya maka ketika kita mati, seharusnya kita buat mereka menjadi menangis melihat kita dan kita tertawa karena melihat syurga sesaat sebelumnya
  • Kata Mutiara

    Orang Cerdik Adalah orang yang selalu menjaga dirinya dan beramal untuk bekal sesudah mati, Orang Kerdil adalah orang yang hanya menuruti hawa nafsunya tetapi ia mengharapkan berbagai harapan pada Allah (HR Turmudzi)
  • Halaman yang ada

  • Hisab Bernilai BENAR jika telah jatuh Rukyah

  • Islam Rohmatan Lil’Alamin

    Jangan Membuat Sulit Pengamalan Islam Karena Islam Itu Mudah dan Memudahkan
  • Hikmah

    "Orang yang kaya beramal dengan hartanya, Orang miskin beramal dengan kesabarannya"
  • Istiqomah!!!

    Kadang apa yang kita lakukan tiada menghasilkan apapun kecuali kepenatan, tapi keistiqomahan akan berbuah dan buah istiqomah itu tidak lain adalah sebuah kebahagian
  • Tebarkan Kebaikan

    Silahkan ambil artikel atau apapun di situs ini tanpa harus meminta ijin namun menyertakan link balik ke situs ini sebagai wujud etika berjaringan. Terima kasih telah berbagi ilmu dengan saya
  • Total Pengunjung yang Pernah Singgah

  • Yang Sedang Online(s)

  • Jalin Silaturahim Lewat Jaringan Silahkan Klik

    Gak Bisa di Klik??? Langsung aja add radenmas_surya
  • Hati dan Cahaya Ke-Maha Agung-an Allah

    "tidak akan cukup untuk menampung Ku Langit Ku dan Bumi Ku itu, yang cukup menampung Ku adalah jiwa hamba Ku yang beriman" (hadist Qudsi)
  • Rumusan Tulisan

Pacaran (Ta’aruf atau Zinakah?)

Pacaran??? Sebenarnya apa sich arti kata itu???

Kenapa kata itu menjadi sering terdengar dengan kita menginjak masa-masa pubersitas atau remaja.

Lalu kenapa ada yang bilang pacaran itu haram dan ada yang membolehkannya???

Menurut artinya dimasa lalu yang namanya pacaran ya memadu kasih, dan lebih kearah hubungan intim antara dua manusia berlawanan jenis. Karena itu pacaran itu dianggap mendekati Zina atau mungkin justru bisa menjurus ke yang demikian. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan era yang sudah berubah pengertian pacaranpun bergeser menjadi lebih simple dan fleksibel sehingga sangat susah membedakan itu orang pacaran ataukah hanya TKM (teman kok mesra).

Menurut para anak muda jaman sekarang pacaran hanya terpaku pada jadian (ikrar) semata dan tidak tergantung bagaimana cara menjalani pacaran tersebut sebagaimana yang saya jelaskan diawal. Ini berarti terjadi pergeseran yang amat sangat jauh dari makna pacaran pada masa lalu. Banyak anak muda bermesraan dengan lawan jenisnya tapi tak mau dibilang pacaran karena belum jadian (ikrar), mereka lebih suka disebut TKM (temen kok mesra) ketimbang pacaran. Ada juga yang biasa-biasa saja dalam berhubungan dengan lawan jenis, ternyata mereka malah sudah jadian (lho kok???)

Lalu bagaimanakah pandangan islam dalam hal ini???

Dalam bahasa arab istilah pacaran memang tidak ada, sehingga untuk mencapai kesanapun tidak bisa dicapai dengan menggunakan penafsiran bahasa arab. Bila pacaran itu ditafsirkan dengan mendekati Zina maka itu kembali kepada cara dalam melakukannya. Karena sudah dijelaskan diatas pacaran kini tidak lagi identik dengan bermesraan tetapi lebih kepada ikrar. Maka kurang bijak bila ada seorang wanita berikrar dengan laki-laki demi memudahkan jalan menuju khitbah malah dituduh mendekati Zina.

Lalu bagaimana dengan pacaran bila diartikan dengan Ta’aruf???

Dalam hal ini pacaran dijadikan langkah awal menuju terjadinya khitbah dan memudahkan jalan tersebut. Ini saya anggap lebih tepat dengan catatan :

Baik laki-laki maupun perempuan sama-sama sadar dan paham betul akan hakikat dan aturan dalam berta’aruf sehingga tidak melanggar kaidah-kaidah dalam bersosialisasi yang islami.

Tidak melakukan perjalanan ataupun beraktivitas dengan hanya berdua saja, dan tidak diperbolehkan berkholwat antara keduanya.

Dalam menjalani pacaran bergaya ta’aruf yang perlu diperhatikan adalah tidak menganggap lawan jenis sebagai milik kita secara mutlak karena pada dasarnya antara Anda dan dia belum terjadi khitbah apalagi ijab-qobul.

Tidak bertamu melebihi batas wajar, dan tidak bertamu sementara orang tua (wali) tidak berada dirumah. Ini biasanya dilakukan oleh laki-laki karena secara kodrati yang biasanya bertamu kerumah wanita adalah laki-laki, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada wanita.

Bila terpaksa berpergian bersama, alangkah bijak bila dilakukan disiang hari dan ditemani oleh seorang teman baik dari pihak wanita dan/atau dari pihak wanita. Namun jangan ditafsirkan sebagai mojok bareng, tapi lebih kepada alat kontrol yang baik bagi perilaku kita. Untuk point ini diharapkan tidak disalah gunakan agar tidak merusak makna ta’aruf itu sendiri.

Dengan panduan beberapa point ini diharapkan akan menjadikan pacaran yang dianggap sebagai haram itu akan menjadi lebih indah dan lebih islami. Tak perlu ragu untuk menjalin silaturahmi dengan lawan jenis melalui ikatan jika dianggap perlu untuk memperlancar ketingkatan selanjutnya. Saya disini hanya berusaha menengahi pendapat semata, agar nantinya tidak lagi ada orang yang berkata dengan ringannya bahwa pacaran itu haram.

Selama niat kita adalah ta’aruf dan untuk itu dibutuhkan ikatan sebagai jalan tol menuju tingkatan selanjutnya maka tidak jadi masalah jika jalan tol itu disebut pacaran. Mungkin akan ada yang bilan bahwa saya adalah orang bodoh yang tidak melihat realita. Tapi sebaliknya saya melihat realita yang teman saya alami sendiri yang ia mengharamkan pacaran namun berikrar untuk setia menanti pria pujaannya. Apakah ini juga tidak bisa disebut pacaran??? Yang pada hakikatnya adalah khitbah awal.

Semoga tulisan in dapat bermanfaat, Allahu’alam

2 Tanggapan

  1. Salah seorang sahabat kami baru saja menulis sesuatu tentang Taaruf dan Pacaran, silakan di cek.

  2. pacaran& ta’aruf beda. pacaran identik deng hwa nafsu,memang da sbgian yg mngtkan pacaran dalh jln tol menuju prnikhn.tpi tidk dmikian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: