• Arsip Posting Blog Ini

  • Assalamu’alaikum Saudaraku

    Selamat Datang Di Gubug Maya milikku, Sebagai tamu adalah suatu kehormatan bagi saya untuk menjamu anda dengan tulisan-tulisan saya yang kurang berilmu. Komentar Anda Adalah Bentuk Perhatian Anda Bagi Kami Terima kasih Kunjungannya
  • Makna Hidup !!!!!

    Katika kita lahir, kita menangis dan semua orang tertawa melihatnya maka ketika kita mati, seharusnya kita buat mereka menjadi menangis melihat kita dan kita tertawa karena melihat syurga sesaat sebelumnya
  • Kata Mutiara

    Orang Cerdik Adalah orang yang selalu menjaga dirinya dan beramal untuk bekal sesudah mati, Orang Kerdil adalah orang yang hanya menuruti hawa nafsunya tetapi ia mengharapkan berbagai harapan pada Allah (HR Turmudzi)
  • Halaman yang ada

  • Hisab Bernilai BENAR jika telah jatuh Rukyah

  • Islam Rohmatan Lil’Alamin

    Jangan Membuat Sulit Pengamalan Islam Karena Islam Itu Mudah dan Memudahkan
  • Hikmah

    "Orang yang kaya beramal dengan hartanya, Orang miskin beramal dengan kesabarannya"
  • Istiqomah!!!

    Kadang apa yang kita lakukan tiada menghasilkan apapun kecuali kepenatan, tapi keistiqomahan akan berbuah dan buah istiqomah itu tidak lain adalah sebuah kebahagian
  • Tebarkan Kebaikan

    Silahkan ambil artikel atau apapun di situs ini tanpa harus meminta ijin namun menyertakan link balik ke situs ini sebagai wujud etika berjaringan. Terima kasih telah berbagi ilmu dengan saya
  • Total Pengunjung yang Pernah Singgah

  • Yang Sedang Online(s)

  • Jalin Silaturahim Lewat Jaringan Silahkan Klik

    Gak Bisa di Klik??? Langsung aja add radenmas_surya
  • Hati dan Cahaya Ke-Maha Agung-an Allah

    "tidak akan cukup untuk menampung Ku Langit Ku dan Bumi Ku itu, yang cukup menampung Ku adalah jiwa hamba Ku yang beriman" (hadist Qudsi)
  • Rumusan Tulisan

Nasib Tragis Jogja……………

Mendengar Predikat Jogja sekarang membuat saya menjadi prihatin, bayangkan saja ditahun 2002 keluar sebuah hasil survei yang menyatakan bahwa 97, 05 % mahasiswi di jogja sudah tidak suci lagi (tidak perawan,Edr). Survei ini memang tidak secara serta merta menggambarkan betapa bebasnya kehidupan Jogja, tapi setidaknya bisa menjadi referensi untuk kita. Dan masih menurut survei tersebut, disebutkan bahwa kebanyakan dari mereka menggunakan kamar kost dan hotel melati sebagai tempat berbuat demikian.

Ini sangat mencenangkan, dimana di Jakarta dan di daerah-daerah lain ormas islam (FPI terutama) gencar melakukan swiping terhadap kemaksiatan terselubung tapi di Jogja sama sekali tidak dan saya belum atau mungkin sudah namun frekuensinya sedikit sehingga lupa pernah mendengarnya kalo di Jogja ada razia terhadap kamar kost dan hotel mesum yang dilakukan ormas Islam ini. Harusnya disinilah orang-orang seperti FPI dan ormas Islam lainnya beraksi dan melakukan razia kalo perlu diarak tuch orang-orang yang lagi pada mesum biar pada malu.

Yang tidak kalah penting adalah menata kembali moral para penerus bangsa ini, sudah banyak kan contohnya pejabat mesum? Lalu kalo begitu mau dibawa kemana bangsa ini? Jangan-jangan dimasa mendatang praktek-praktek mesum tidak lagi perlu ditutupi tapi justru difasilitasi pemerintah, Na’udhubillah……..jangan sampai itu terjadi.

Ayo kawan-kawanku yang menjadi aktifis ROHIS yang menghuni kampus-kampus di Jogja, kita sama-sama berkumpul berembuk dan bermusyawaroh membahas progam perbaikan moral mahasiswa Jogja. Memang tidak mudah dan sangat sulit, tapi jika tidak ada yang memulai maka tidak akan ada yang melanjutkan, bukan? Sudah saatnya kita membuat progam dakwah dengan konsep seperti para wali agar dapat diterima dengan baik oleh rekan-rekan dan mereka tertarik untuk mengikutinya. Mulai dengan sesuatu yang ringan dan berkesan namun dapat langsung diaplikasikan dengan atau tanpa mereka sadari. Sedikit menrangkul namun jangan menasehati agar mereka tidak tersinggung sepertinya bisa juga diterapkan sebagai jalan dakwah. Namun semua kembali kepada keadaan dan situasi yang dihadapi masing-masing. Pokoknya bagaimana caranya agar teman-teman kita yang sudah terjerumus kedalam pergaulan bebas tidak lebih dalam lagi terperosok kedalamnya.

Kerjasama antar ROHIS diberbagai kampus di Jogja sangat penting untuk membuat progam dakwah yang berkelanjutan. Progam yang dibuat harus bersifat merangkul bukan bersifat menasehati agar tidak terlihat seperti dakwah yang biasanya dilakukan. Kegiatan yang membuat mereka menjadi sibuk dan beraktifitas sehingga lupa untuk berbuat maksiat. Sulit memang dan memerlukan usaha yang sangat ekstra dan dibutuhkan kontribusi yang luar biasa dari kampus untuk itu semua. Tapi jika itu semua berhasil bukan tak mungkin predikat buruk yang disandang Jogja sekarang lambat laun akan menghilang dan itu semua karena anda-anda sekalian yang melakukannya.

Saya hanya dapat memberikan motivasi dan harapan bagi para ROHIS Jogja, karena saya tidak mengenal dan mengerti Jogja sedalam anda sekalian. Saya hanya orang yang kebetulan membaca, melihat dan mendengar tentang Jogja dan prihatin dengan keadaan yang katanya lebih parah daripada Ibukota Jakarta. Setidaknya bila tidak bisa mencegah melakukan itu ya mbok gak usah ngikut-ngikut nyoba.

Semoga bermanfaat, Allahu’alam. Afwan bila kurang berkenan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: