• Arsip Posting Blog Ini

  • Assalamu’alaikum Saudaraku

    Selamat Datang Di Gubug Maya milikku, Sebagai tamu adalah suatu kehormatan bagi saya untuk menjamu anda dengan tulisan-tulisan saya yang kurang berilmu. Komentar Anda Adalah Bentuk Perhatian Anda Bagi Kami Terima kasih Kunjungannya
  • Makna Hidup !!!!!

    Katika kita lahir, kita menangis dan semua orang tertawa melihatnya maka ketika kita mati, seharusnya kita buat mereka menjadi menangis melihat kita dan kita tertawa karena melihat syurga sesaat sebelumnya
  • Kata Mutiara

    Orang Cerdik Adalah orang yang selalu menjaga dirinya dan beramal untuk bekal sesudah mati, Orang Kerdil adalah orang yang hanya menuruti hawa nafsunya tetapi ia mengharapkan berbagai harapan pada Allah (HR Turmudzi)
  • Halaman yang ada

  • Hisab Bernilai BENAR jika telah jatuh Rukyah

  • Islam Rohmatan Lil’Alamin

    Jangan Membuat Sulit Pengamalan Islam Karena Islam Itu Mudah dan Memudahkan
  • Hikmah

    "Orang yang kaya beramal dengan hartanya, Orang miskin beramal dengan kesabarannya"
  • Istiqomah!!!

    Kadang apa yang kita lakukan tiada menghasilkan apapun kecuali kepenatan, tapi keistiqomahan akan berbuah dan buah istiqomah itu tidak lain adalah sebuah kebahagian
  • Tebarkan Kebaikan

    Silahkan ambil artikel atau apapun di situs ini tanpa harus meminta ijin namun menyertakan link balik ke situs ini sebagai wujud etika berjaringan. Terima kasih telah berbagi ilmu dengan saya
  • Total Pengunjung yang Pernah Singgah

  • Yang Sedang Online(s)

  • Jalin Silaturahim Lewat Jaringan Silahkan Klik

    Gak Bisa di Klik??? Langsung aja add radenmas_surya
  • Hati dan Cahaya Ke-Maha Agung-an Allah

    "tidak akan cukup untuk menampung Ku Langit Ku dan Bumi Ku itu, yang cukup menampung Ku adalah jiwa hamba Ku yang beriman" (hadist Qudsi)
  • Rumusan Tulisan

Apakah Allah Mengenal Kita??? (Mencintai Habibullah)

Bila kita ditanya oleh teman, sahabat, saudara, ataupun guru kita apakah kamu mengenal Allah? Pastilah jawabannya adalah “ya, saya kenal” Allah Tuhanku, Dia itu punya sifat Wujud, Qidam, Baqo, dll dan punya nama-nama yang indah (Asmaul Husna) yang jumlahnya 99

Tapi kalau anda ditanya, apakah Allah mengenal Anda? apa jawaban anda? tentunya tak semudah menjawab pertanyaan pertama bukan?

Mari berfikir bersama, jika melihat betapa besar dunia ini, betapa banyak makhluk didalamnya akan sangat sulit bagi kita untuk berfikir maka kita perkecil lingkup pembicaraan kita menjadi Indonesia, kita ibaratkan alam ini adalah negara Indonesia agar kita lebih mudah dalam mengambil pelajaran. Dimana Negara Indonesia ini punya presiden yang memimpin dan mengatur Indonesia ini dengan berbagai seluk beluknya.

Semua rakyat kenal dengan presidennya, kecuali yang tidak mau mengenalnya, semua orang tahu siapa presidennya sekarang, namun apakah presiden mengenal anda? apakah dia mengenal setiap orang dinegara ini? tidak bukan? tapi ketetapannya berlaku bagi kita semua rakyat yang hidup di negara ini.

Begitulah kalau kita mau mengibaratkan, Allah adalah pemilik, pengatur, pemelihara alam ini yang hambanya mencakup seluruh alam ini dan seisinya. Dia dikenal, diketahui dan disifati oleh setiap makhluk di jagad ini. Semuanya bersujud, menyembah, bertasbih, tahmid dan takbir kepadanya. Namun Allah belum tentu kenal anda, Allah belum tentu mengetahui anda karena memang kedudukan kita yang terlalu rendah disisinya.

Kita bukan Malaikat yang selalu taat, kita bukan Nabi yang menjadi pilihan-Nya, kita juga bukan Rasul yang membawa Risalah-Nya, ataukah Waliyullah yang tinggi derajat ketaatannya yang Allah mengenal mereka dan merekapun mengenal Allah.

Kemudian muncul lagi pertanyaan dalam diri, bagaimana agar Allah mengenal kita?

Dalam suatu hubungan terutama kepada Tuhan (Allah SWT) menjadi sangat penting untuk Allah mengenal kita, dan menjadi tolak ukur ketinggian dejarat dan tiket menuju Syurga bila Allah mengenal kita. Allah itu memang Maha Tahu semua hambanya tapi apakah anda yakin bahwa Allah memberikan tempat khusus untuk anda? Allah memberikan tempat-Nya yang khusus untuk hamba-Nya yang khusus pula dan Rasul SAWlah yang paling tinggi kedudukannya dan paling dekat dengan Allah.

Dialah jalan kita dikenal Allah, Dialah yang akan menunjukan kepada Allah bahwa kita hamba-Nya yang taat dan mengikuti sunnah Rasul SAW. Sering anda melihat diberbagai situs dan bahan bacaan mereka yang menyebut dirinya Ahli sunnah, atau mereka yang mengikuti jalan dan cara hidup Rasul SAW. Tapi siapakah yang lebih mengenal Rasul SAW selain dari keluarga beliau sendiri (keturunan langsung Rasul SAW) karena apa yang menjadi kebiasaan dan adat istiadat dalam keluarga mereka pastilah mereka lebih tahu dan lebih akurat keterangannya.

Maka dari itu saya menghimbau, jika anda mengaku mengenal Allah, mengenal Rasulullah dan mencinta Mereka maka cintailah juga keluarga Rasulullah yang masih hidup yang biasa disebut dengan Habib, karena mereka memiliki kedudukan yang special baik disisi Allah maupun Rasulullah sendiri. Mereka diberi hak sholawat sebagaimana Rasul dan mereka selalu mengamalkan apa yang menjadi kebiasaan Rasul. Merekalah hamba pilihan yang InsyaAllah, Allah mengenal mereka, Rasul mengenal mereka dan bukan hanya mereka yang mengenal Allah dan Rasul-Nya.

Bukankah Imam Mahdi adalah cuc langsung Rasulullah? Bukankah Dia yang akan membunuh Dajjal yang menebar kesesatan di akhir jaman? Bukankah setiap Anda sholat mengucapkan : “Allahumma Sholli ‘Ala Muhmmad wa’ala aali Muhammad”? Lalu apa itu semua tiada cukup untuk menjadikan anda mencintai mereka para habib?

Semoga bermanfaat, Allahu’alam

“Datangilah Makam Mereka Bila Mereka Telah Tiada, Bertamulah Ke Rumah Mereka Jika Mereka Masih Hidup, Dan Muliakan Mereka, Semoga Allah Memuliakan Anda di Hari Akhir”

26 Tanggapan

  1. mencintai ahlul bait rosululloh shallalohu ‘alaihi wa sallam adalah merupakan suatu kewajiban. namun demikian, rasa cinta yang sejati adalah ketika kita mencintai di dalam koridor yg telah ditetapkan oleh Alloh dan di ajarkan oleh Rosululloh shallalohu ‘alaihi wa sallam.
    wajib bagi kita utk mengikuti Alloh dan RosulNya. pun dalam masalah kecintaan kepada Alloh baik.
    dan ahlul bait adalah manusia biasa, tidak ma’shum. bisa salah bisa benar. adakah kita akan menutup mata ketika kita tahu bahwa ada ahlul bait yg ternyata tidak berjalan di atas manhaj yang haq?
    kecintaan seseorang pada sesuatu kadangkala menutup mata dan hatinya. namun orang2 yang diberi petunjuk oleh Alloh ‘azza wa jalla, tentu akan mengetahui, bahwasanya rasa cinta yang sebenarnya adalah dengan mengikuti jalan yang telah ditempuh oleh Rosululloh dan para sahabatnya.
    habaib yang saat ini banyak sekali bertebaran di indonesia, secara jujur saya sangsi jika mereka punya nasab yg jelas.
    namun demikian, kecintaan saya pada ahlul bait tetaplah adalah sebuah kecintaan. namun ketika ada habib yg melakukan sesuatu yg bertentangan dg ajaran islam, maka saya berlepas diri dari perbuatan habib tersebut.
    wallohu a’lam

    Begini Saudaraku, Saya mau tanya Manhaj yang Haq itu apa? Lalu apa maksud anda menyangsikan Habibullah yang ada di Indonesia, apakah anda secara langsung pernah bersilaturahim kepada mereka dan menunjukkan ke ta’dhiman anda ke mereka? Lalu apakah anda tau silsilah yang benar dari keluarga Nabi sehingga Su’udhon anda mengalahkan Cinta anda? Saya mengajak anda mengunjungi dan berziarah ke Makam2 Habib atau anda berguru/mengambil ilmu dari mereka, lalu bandingkan samakan dengan Habib2 lain di daerah lain. Silahkan anda mengunjungi situs http://majelisrasulullah.org yang diasuh oleh Habibullah Munzir Al-Musawwa untuk lebih mengenal Habibullah

  2. maa ana ‘alaihi wa ashhabihi…
    itulah manhaj yg haq…

    akhi..saya nda su’udzon lho…
    jangan salah sangka
    sebagaimana orang buta, saya nda tahu. maka dari itu saya memilih utk tidak men-judge. hanya saja kecintaan saya pada ahlul bait adalah dengan memuliakan mereka sebagaimana perintah Alloh dan RosulNya. saya ga mau cinta buta.

    nah, berhubung saya buta, mbok ya saya dikasih tahu jalannya. adakah anda tahu nasab habib2 tsb?

    oh ya, saya tegaskan lagi, habib juga manusia. ga ma’shum. sebenarnya itu inti komentar saya. hanya mungkin karena kebodohan saya jadi malah koment saya ga jelas gitu ya…

    ohh Manhaj yang benar itu begitu ya, tapi maaf saya masih kurang maksud, maklum masih harus banyak belajar. Nach, begini saudaraku, Anda berkata tidak tau Nasab habib2 di Indonesia tapi Anda sombong, dan tidak mau mengenal mereka (maaf jika kata2 saya terlalu kasar), anda harusnya mencoba mengenal mereka, bersilaturahim dengan mereka dan bertanya kepada mereka Nasab habib-habib yang ada di Indonesia. Sekali saya sarankan agar anda bersilaturahim dengan mereka, mencoba mengenal mereka dan lebih mencintai mereka

  3. yohohohoho, jawaban anda keknya ga nyambung ma pertanyaan saya di atas.
    anda berkata saya sombong? anda tahu apa itu sombong? sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia. dari mana anda tiba2 men-judge saya sombong? afwan akhi…setiap perkataan mesti dimintai pertanggungjawaban…
    adakah saya menolak kebenaran? kebenaran yg mana? adakah anta menyodorkan kebenaran dalam jawaban anta di atas lalu saya menolak kebenaran tsb?
    apakah saya meremehkan anta? tidak bukan? atau adakah kata2 saya yg menyebabkan anta merasa tersinggung? kata2 mana? mohon diperjelas…

    oh ya, pertanyaan saya belum anta jawab : adakah anda tahu nasab habib2 tsb?

    saya ulangi perkataan saya agar jelas : oh ya, saya tegaskan lagi, habib juga manusia. ga ma’shum.

    P.S : maa ana ‘alaihi wa ashhabihi…adalah penggalan hadits tentang perpecahan umat.

    maaf jika akhi tersinggung, tapi maksud saya sombong disini sangat berbeda dengan kesombongan yang anda utarakan, anda pasti sering mendengar dalam pergaulan, “ah sombong kamu, gak pernah sms aku lagi, atau sombong sekarang gak pernah nyapa kalo ketemu” nach begitu sombong yang saya maksudkan. Anda bilang dengan sangat terang bahwa Anda tidak tau, tapi Anda tidak mau tau, nach dengan bergitu kata sombong dalam pergaulan itu keluar “begitu kira2 sebab musababnya” Makanya saya bilang kepada Anda, tolong bersilaturahim kepada mereka itu para Habibullah dan Waliyullah penerus Risalah, bukankah Islam masuk Indonesia atas Jasa para habib?

    Sedikit cerita, makam Habib Hasan Al-Hadad sudah dikubur dua kali (dipindah dari lokasi awalnya) karena adanya pekerjaan oleh Belanda. Nach pada pemindahan pertama, orang2 tidak dapat memindahkannya bahkan tidak dapat menggali makam tersebut karena belum meminta izin terlebih dahulu kepada pewarisnya (saudara Habib Hasan Al-Hadad) yang tinggal di Palembang. Al-kisah Saudara beliau datang ke Jakarta atas permintaan pemerintah Belanda dan akhirnya makam beliau di dipindahkan, sebagai wujud penghormatan Belanda terhadap beliau maka Belanda memberikan tanah selebah puluhan hektar untuk saudara Habib Hasan tersebut dan Beberapa Rumah. Anda bisa mengambil hikmah betapa Orang asing saja tau sopan santun dan hormat terhadap habibullah. Masa kita sendiri yang mendapatkan cahaya islam sebab karena kerelaan mereka mensyiarkan islam justru melupakan bahkan menafikkan mereka?

    “Islam masuk Indonesia dengan Bid’ah khasanah, maka Apakah mereka para Habib anda sebut sebagai Ahli Bid’ah yang sesat?”

  4. justru itu akhi…secara saya ga tahu, maka saya bertanya pada anta supaya saya tahu…
    akhi…coba baca koment saya dari awal dengan tenang…lha koq saya malah merasa jawaban anta ga nyambung ya…? hehehe:mrgreen:
    apa saya yg keterlaluan bodohnya ya?
    anta berkata

    Anda bilang dengan sangat terang bahwa Anda tidak tau, tapi Anda tidak mau tau, nach dengan bergitu kata sombong dalam pergaulan itu keluar “begitu kira2 sebab musababnya”

    lha, kapan saya bilang saya ga mau tahu? justru saya mau tahu. makanya saya nanya. kira2 begitu. dan seperti saya katakan di awal, saya bukan tipe orang yg menerima begitu saja, hanya mengikuti qiila wa qoola.
    tapi saya ingin belajar yg benar2 belajar…begitu akhi…
    makanya saya bertanya, apakah anta tahu nasab habaib tsb? sp tahu nanti saya ketemu habaib lain, lalu saya tanya nasabnya juga dan ternyata sama : oooter nyata sodara tho?..

    oh ya, kemudian cerita yg anda sampaikan di atas…hehehe, sekali lagi maaf, qiila wa qoola, saya ga bisa terima begitu saja…

    tanya lagi kta2 ini

    “Islam masuk Indonesia dengan Bid’ah khasanah….”

    anda peroleh dari mana? ada buktinya?

    Sebenarnya saya sungkan untuk mengulang perkataan lebih dari tiga kali, tapi demi menjaga ukhuwah dan persaudaraan maka saya ulangi lagi, Bila anda ingin kenal bila anda ingin tahu seharusnya anda langsung bersilaturahim kepada mereka para Habibullah, sekarang begini saudaraku, Anda ingin mengenal dan tau Silsilah Keluarga si A tapi anda bertanya pada si C yang anda kurang percaya padanya. Nach lalu anda bertanya lagi kepada si B yang anda mempercayainya. Tapi anda tak pernah bertanya langsung si A, lalu apakah yang Anda dapat itu, dapat anda pertanggung jawabkan? Makanya saya hanya menghimbau kepada Anda untuk terakhir kalinya “Bersilaturahimlah kepada Beliau para Habibullah dan para Waliyullah, saya enggan memberikan jawaban selain ini karena saya yakin apapun jawaban saya anda akan berusaha untuk menafikkannya, menolaknya, mencari pembenaran atas pikiran anda dan mengutik2 dalil hingga Anda merasa saya telah kalah dan Anda merasa Anda lebih hebat. Komentar seperti anda akan tetap dan terus dilontarkan dan tidak akan berhenti sampai disini saja, yakin itu, afwan

    Untuk Bid’ah Khasanah dalam masuknya islam anda dapat membaca “Buku Pelajaran Sejarah untuk Siswa SMA” bab Masuknya Islam di Indonesia, atau anda membaca tulisan saya ini.

    Islam masuk indonesia adalah dengan proses asimilasi dengan Budaya Hindu yang dikemas dengan Nilai Islam. Sebagai Bukti Gerbang Masjid Agung Demak yang menyerupai Gerbang Pure, Islam masuk Indonesia dengan tidak menolak kebuyaan setempat namun dikemas kembali dalam bentuk yang Islami, Bukti Yasinan 7 hari setelah meninggalnya seseorang. Dan yang lebih kuat dan Falid adalah budaya Wayang yang tiada pernah ada dijaman Nabi, Shohabat, Tabi’ittabi’in. Semua yang dilakukan oleh para Waliyullah (Habib) yang lebih dikenal dengan Wali songo adalah proses Bid’ah khasanah sebagaimana yang disabdakan Rasulullah ” Barang siapa yang membuat-buat perbuatan baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya Dan barang siapa yang membuat-buat perkara baru yang buruk dalam islam maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya tanpa sedikitpun berkurang dosanya” (Shahih Muslim 1017)

    Lalu anda akan berkilah dengan hadist “Kullu Bid’atin Dholalah” lalu berharap saya menyalahkan Ucapan Rasulullah dan menfikkan hadist beliau, Bukankah Sayyidina Abu Bakar dijernihkan Hatinya oleh Allah untuk menerima Bid’ah khasanah? “Kullu Bid’atin Dholalah, cari sendiri penjelasannya dalam Sharah Hadist dari kitab Aslinya (berbahasa Arab) karena kata Habib Munzir Al-Musawwa bahwa Dalil terlemah adalah yang diambil dari buku terjemah karena khasanah Bahasa kita berbeda dengan bahasa Arab dan saya yakin anda lebih tau dari saya tentang itu. Afwan bila masih belum berkenan dengan jawaban saya yang tidak nyambung ini, itu sengaja karena intinya adalah “Wiwite Tresno Jalaran Soko Kulilno” Anda gak kenal sama habib wajar kalo anda gak Tresno dengan mereka dan wajar anda gak Tresno karena anda gak kulino dengan mereka. Allahu’alam

  5. yohohohoho
    maksud anta, saya bertanya langsung ke habaib ya?
    kyahahaha, saya baru mudeng! hehehe, lha wong tadi sama sekali ga ada tulisan seperti itu je….
    wokeh, kapan2 klo kebetulan ketemu habaib ajah deh aq tanya langsung.

    adapun argumen anda mengenai asimilasi islam dg budaya, maka saya katakan : wallohu a’lam. sependek pengetahuan saya, islam memang tidak menolak seluruh budaya yg ada. bukan hanya di indonesia. tapi di seluruh dunia.
    yg ditolak oleh islam adalah apa2 yg bertentangan dg islam. itu saja.

    adapun jasa para da’i (saya lebih suka menyebut da’i) dalam menyebarkan agama islam di indonesia, maka semoga Alloh merohmati mereka.

    mengenai yasinan, maaf saja, sama sekali saya belum pernah mendengar sejarahnya walisongo memerintahkan yasinan. lagi2 : al isnad!; bukan sekedar abaaa ana…

    lagipula…itu bukan hujjah…

    tentang khalifah abu bakar, mohon lebih dijelaskan lagi…

    akhi…sesungguh kebenaran itu adalah apa2 yg datang dari kitabulloh dan sunnah rosululloh…
    sayang sekali, ketika saya menanyakan pada anta, yg anta katakan adalah qola fulan bin fulan…

    saya punya peribahasa jawa lain : witing tresno jalaran ora ono sing liyo
    kyahahahaha:mrgreen: becanda…

    oh ya, kenalilah kebenaran, niscaya engkau mengenal para pembawa kebenaran itu…

    dan sekali lagi, al haqqu mirrobbika fa laa takunanna minal mumtariin.

    P.S. : bagi saya, pendapat fulan bin fulan, habib bin habib, wali bin wali, semua adalah sekedar pendapat. hujjah hanyalah di ambil dari kitabulloh wa sunnah rosululloh, serta atsar2 dari salafush shalih…
    ‘afwan…

    Astaghfirullah, anda menyamakan mereka keluarga Rasulullah dengan para da’i biasa. Sungguh saya tidak habis pikir apa yang anda baca dalam sholat? Dan apa yang anda pahami dalam sholat? Bukankah jelas setiap sholat(bahkan tidak sah sholat kita) kita berholawat keatas nabi SAW dan keluarganya? “Allahumma Nawwir Qolbi Bi Nuril Hidayah 3X” ya Allah hamba memohon kepada engkau terangilah kalbu ini dengan cahaya Hidayah-Mu yang agung yang dan tiada cacat cahayanya.

    Untuk masalah Abu bakar silahkan lihat dalam artikel lain Berjudul “Bid’ah Masa Kini (realita kenyataan dan paham) semoga Allah menjernihkan hati kita, amiin

    Jujur sebenarnya saya kurang tau siapa itu yang disebut ulama Salafushsholeh, dan apakah maksud anda saya tidak mengikuti dan tidak ber’ittiba’ kepada Rasulullah.

    Sekarang kita main logika saja saudaraku, kita gunakan pembeda antara manusia dan binatang yaitu akal. Bila anda hendak tau kebiasaan hidup P. Diponegoro, falid mana keterangan dari buku ataukah keturunan beliau langsung? Allahu’alam, Semoga Allah menjernihkan hati kita semua

  6. kyahahahaha
    afwan, saya selalu pengen tertawa tiap kali baca jawaban anta.
    pertama anta mengatakan saya su’udzon. kedua mengatakan saya sombong. dan dalam komentar terakhir anta mengatakan begini begitu. yang mana perkataan saya yg menyatakan demikian? mbok yo pake quote biar jelas…

    salafush shalih adalah sebagaimana sabda nabi yg telah saya tulis di atas (baca dengan tenang akhi…) dan juga sabda beliau ‘khoirunnas qorni, tsumma ladzina yaluunahum, tsumma ladzina yaluunahum. dan juga yg terdapat dalam surah at taubah ayat 100. (dan inilah yg disebut hujjah dan dengan hujjah seperti inilah qita ber-ittiba’, bukan abaa ana atau qiila wa qoola)

    hayayayayaya, maen logika… inikah hujjah anta?

    saya hanya berkata seperti perkataan imam malik : setiap manusia bisa diambil atau dicampakkan perkataannya kecuali sabda Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam.
    dan perkataan imam syafi’i : jika hadist itu shahih, maka itulah madzabku.

    sebenarnya pernyataan saya tentang ahlul bait sudah saya sebutkan di koment pertama saya. silahkan mencermati.

    ___________
    Sang Kuncen Berkata : Silahkan saja tertawa, karena itu hak anda, tapi………..

    Anda membuat saya justru semakin bingung, anda tidak menjawab sedikitpun pertanyaan dari saya padahal saya dengan lapang dada menerima hujjat anda dan tuduhan anda, contohnya adalah:

    1. Mencintai ahlul bait rosululloh shallalohu ‘alaihi wa sallam adalah merupakan suatu kewajiban.

    habaib yang saat ini banyak sekali bertebaran di indonesia, secara jujur saya sangsi jika mereka punya nasab yg jelas. namun demikian, kecintaan saya pada ahlul bait tetaplah adalah sebuah kecintaan. namun ketika ada habib yg melakukan sesuatu yg bertentangan dg ajaran islam, maka saya berlepas diri dari perbuatan habib tersebut.

    Pertama, apakah perkataan sangsi anda ini bukan Su’udhon? Apa bukti habib melakukan yang bertentangan dengan ajaran islam dan mana bukti kontretnya, ini juga saya anggap sebagai su’udhon anda.

    2. Apakah dasar bagi para muhadist membukukan dan menulis hadist duhai saudaraku? Hadist mana yang membenarkan menulisnya? Pertanyaan ini tidak anda jawab.

    3. Ketika anda bertanya, anda justru tidak menyimak jawaban dari saya dan anda malah justru membuat saya berkutat dalam satu jawaban untuk dua/tiga pertanyaan anda, lalu sebenarnya siapa yang tidak menyimak?

    4. Kapan2 klo kebetulan ketemu habaib ajah deh aq tanya langsung.

    Bentuk penghormatan apa ini?

    bagi saya, pendapat fulan bin fulan, habib bin habib, wali bin wali, semua adalah sekedar pendapat.

    Bentuk kecintaan apa ini?

    5. Mencintai ahlul bait rosululloh shallalohu ‘alaihi wa sallam adalah merupakan suatu kewajiban. (awal komet anda)

    adapun jasa para da’i (saya lebih suka menyebut da’i) dalam menyebarkan agama islam di indonesia, maka semoga Alloh merohmati mereka. (di komentar yang lain)

    Mana konsistensi anda? Anda bilang cinta kepada Ahlul Bait tapi menyamakan mereka dengan da’I biasa. Padahal Allah sendiri mengagungkan mereka dengan memberikan sholawat atas keluarga nabi dalam sholat.

    Siapa yang sebenarnya tidak mencermati apa?

  7. Mas surya… Kerabat rasulullah juga pernah melakukan maksiat lho… Bahkan sampai mencapai tahap kekufuran. Beneran lho. Sanadnyapun jelas menyebutkan kalau sang kerabat tsb masuk neraka.

    Benar sekali, dan mereka yang seperti itu tidak masuk dalam daftar kerabat sebagaimana telah dijelaskan oleh banyak Ulama. Mereka memang memiliki pertalian dengan Rasulullah dan Rasulullah memiliki pertalian dengan mereka, tapi mereka memusuhi dan menolak kebenaran maka hukumnya dikembalikan kepada Al-Qur’an (tentang anak Nabi Nuh yang kufur dan tidak mau naik kapal, baca sendiri), lalu……ayat lain menyebutkan

    “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni Neraka Jahannam.” (At-Taubah: 113).

    “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya.” (Al-Qashash: 56).

    Ini sudah jelas bukan saudaraku, bahwa meskipun secara pertalian mereka adalah kerabat tapi mereka gugur dalam hak seorang kerabat, karena mereka itu menolak kebenaran sebagaimana Sabda Beliau SAW :”Ummatku seluruhnya masuk Syurga kecuali yang menolaknya”

    Jadi apakah anda menyamakan Habibullah yang Taat dan Patuh pada Al-Qur’an dan Sunnah itu dengan mereka yang kufur?

    Semoga Allah menjernihkan hati kita semua, amiin,Allahu’alam

  8. Jadi bisa disimpulkan, bahwa semua habaib itu mengikuti syari’at, bahkan ada yg jelas2 sampai ke derajat kekufuran.

    Nah berarti saudara bayu juga tidak salah dg ucapannya, yakni akan benar2 menghormati habaib2 yg benar2 sejalan dg syari’at Allah dan RasulNya. Beliau bkn bermaksud su’udzan terhadap mereka para habaib tersebut.

    Mungkin anda terjadi salah tulis sehingga komentarnya bercampur, tapi insyaAllah saya paham maksud Anda.

    Silahkan anda cermati dan baca baik2 komentar saudara Bayu, dan apa konteks yang kami bicarakan. Maksudkan dengan konteks itu apa? Saya kira anda itu lebih pandai dari saya dan lebih bijak dari saya dalam bersikap dan bisa berfikir independen. Baca komentarnya dengan teliti, pahami konteksnya, lalu baru tulis komentar. Jelas kok, Apa itu Cinta, Apa itu memuliakan. Apa itu Hormat, Apa itu melecehkan.

    Kita semua sudah baligh artinya sudah bisa berfikir dengan nalar yang sempurna dan dapat mencerna maksud dari sebuah pernyataan, Allahu’alam

    Semoga Allah menjernihkan hati kita, amiin

  9. Hmm koreksi, maksudnya tidak semua habaib itu mengikuti syari’at…(pd paragraf pertama)

    tidak apa saudaraku, suatu yang wajar sebuah kesalahan, alhamdulillah maksud saya tepat. Terima kasih koreksinya

  10. padahal saya dengan lapang dada menerima hujjat anda dan tuduhan anda

    benarkah saya melakukannya?
    lha mbok klo saya ada salah dikasih tahu yg jelas. ga usah berbelit2, pake kata2 bersayap…lha saya malah bingung je…
    1. yohohoho, anda menganggap perkataan saya bentuk su’udzon?
    Lha wong saya belum tahu, lha jelas saya sangsi. Sebagaimana saya juga sangsi masalah hadist, apakah shahih ataukah dhoif. Saya sendiri menganggap ini adalah bentuk kehati2an agar saya benar2 belajar. Bukankah sudah saya tegaskan berkali2, saya itu belajar, bukan sekedar menerima apa yg dikatakan setiap manusia.
    Dan sejak kapan sangsi dianggap su’udzon? Saya malah baru tahu tuh… CMIIW
    2. saya ga tahu. Sependek pengetahuan saya, tidak ada larangannya.
    3. hohohoho, masalah silaturahmi ke habaib ya? Lha wong situ jawabnya ga jelas sih…hehehe
    4. lho, katanya suruh Tanya langsung. Gimana c? ga boleh ya? *bingung.net
    lha, yg kedua ini kn mirip pernyataan imam ahmad. Salah juga ya? Duh…*bingunglagi.net
    5. lha emang kenapa klo saya sebut da’i? penistaan? Pencemaran nama baik? Halah2, makin ilmiah ajah. Secara da’I kn kata2 yg baik.

    P.S. ‘afwan klo saya banyak menggunakan kata2 nyleneh, ex. Yohohohoh, kyahahaha. (apa itu salah juga ya?)

    Pertama saya mencoba kembali kepada Sabda Sayyidina Umar ibn Khotob ra tentang penilaian seseorang. Beliau menyebut :”Nilailah dari lahirnya, karena batin itu urusan Allah” begitu Inti perkataan beliau (maaf, jika terjadi kesalahan redaksi), Disini jelas saudaraku, Bahwa kesangsian Anda menjadi terlalu dalam sehingga melampaui koridor. Anda belum mengenal, belum tau dan belum berjabat tangan langsung dengan Habib kan? Bagaimana kesangsian Anda ini muncul? Dari sekedar kira-kira, mungkin atau sepertinya? Apa andai-andai(penilaian) tanpa dasar itu bukan Su’udhon saudaraku?

    Kedua, Rasul pernah melarang Shohabat untuk menulis hadist karena dikhawatirkan tercampur dengan Mushaf Al-Qur’an, ini jelas dan tidak dapat anda pungkiri. Lalu setelah Al-Qur’an dibukukan maka Tabi’in berinisiatif untuk membukukan hadist karena ditakutkan akan hilang bersama wafatnya para Muhaditsin.
    Apakah ini bukan bentuk Bid’ah? Lalu kenapa Anda mempercayainya? Dan apakah mereka juga dianggap Ahli Bid’ah dan Sesat, tapi kenapa anda antusias mempelajari karya mereka itu?

    Ketiga, Saya minta maaf kalo jawabannya gak jelas, tapi anda seharusnya lebih menyimak dan meneliti setiap jawaban dari saya karena anda juga menyalahkan ketidaktelitian saya dalam menyimak.

    Keempat, Bukan maksud gak boleh, mungkin anda salah paham dan kurang maksud dengan pernyataan itu, Maksudnya adalah Anda meremehkan dengan kata-kata anda secara tidak langsung terhadap mereka dengan mengatakan;”Nanti aja saya tanyakan kalo ketemu”(maaf lagi mungkin salah redaksi). Dalam pemikiran Bodoh saya, kata-kata ini mengandung pelecehan, karena anda seperti menganggap bahwa habib itu seperti orang biasa yang berkeliaran mudah ditemui. Anda yang harus kesana bersilaturahim, bukan kalo ketemu dijalan atau ditempat lain.

    Kelima, Begini saudaraku, Da’i memang kata-kata baik tapi bayangkan (saya hanya mengandaikan) jika anda menyebut makhluk semulia Imam Syafi’i dengan semisal :”menurut Da’i syafi’i Bid’ah………menurut ustadz Syafi’i……..”. Bagaimana saudaraku bandingkan dengan menyebutnya :”Al-Imam As-Syfi’i atau Syeikhul Islam Al-Imam Al-Ghozali” lebih memuliakan yang mana? Ini bukan masalah bagus atau tidak tapi rasa (estetika) dan sopan santun (unggah-ungguh). Saudara lebih terdidik dibanding saya, sayang sekali kalau anda tidak bisa membedakan cara bersikap kepada siapa dan kepada siapa.

    Tidak apa-apa saudaraku berkata demikian, cuman kesannya anda itu emosional (kesan pribadi saya) dan pendapat dan fikiran anda kurang fokus. saya juga minta maaf kalau jawaban saya kurang fokus, saya mencoba untuk mengajak anda dan saya berfikir dan memaksimalkan kerja akal dan nalar untuk mengambil suatu rasa dalam tulisan.

    Afwan, Allahu’alam

  11. hehehe, afwan akhi klo kata2 saya anta anggap kurang beradab (padahal saya banyak ketawa ketiwi lho):mrgreen:
    kesangsian saya muncul karena ketidaktahuan saya. untuk itulah saya ingin tahu. dan ketika saya mengungkap keingintahuan saya itu mungkin tidak pada tempatnya.
    masalah adab, klo saya ketemu ustadz di jalan, ya saya salaman. tanya2 dsb. saya kira itu masih adab yg baik. dan tentunya bersilaturahmi juga adalah adab yg baik juga.
    secara saya masih belum tahu ‘adalah seorang ‘habib’, maka saya menganggap ‘habib’ itu orang biasa ajah. lha wong belum tahu koq.
    dan selama ini, prinsip hidup saya tuh, yang namanya harta, kedudukan, pangkat, ga mesti membuat saya berjalan terbungkuk-bungkuk dihadapan seseorang. apalagi orang yg belum saya kenal ‘adalahnya. (lha yg sudah saya kenal pun saya ga pernah sudi berjalan terbungkuk2 je…)
    ‘afwan klo anta menganggap saya emosional. lha wong awalnya anta tiba men-judge saya su’udzon, sombong, tanpa ada bayyan sama sekali
    afwan…

    masalah penulisan al qur’an dan hadist, nanti saya cari dlu…
    sekarang mo pulang dlu…
    dah sore nih..
    cu…(halah)

    Saya tidak akan menanggapi pernyataan secara kesulurahan karena hanya akan terjadi muter2 saja. tapi saya hanya sekedar memberikan bukti kepada anda betapa Anda tidak kosisten dengan pendapat anda. anda menulis ini sebelumnya kan?

    adapun jasa para da’i (saya lebih suka menyebut da’i) dalam menyebarkan agama islam di indonesia, maka semoga Alloh merohmati mereka.

    Dalam koridor ini saya menyebut bahwa mereka (para Wali songo) adalah habibullah. Tapi disini anda berdalih tidak mengetahuinya. dengan argument :

    secara saya masih belum tahu ‘adalah seorang ‘habib’, maka saya menganggap ‘habib’ itu orang biasa ajah. lha wong belum tahu koq.

    Disini saya anggap ini adalah jawaban untuk pernyataan saya yang lima butir (butir ke lima). Disini jelas betapa saya kecewa dengan Anda, disisi lain anda menyuruh saya memperhatikan dengan seksama memahami dan menghajati setiap pernyataan dari anda tapi apa yang anda lakukan terhadap pernyataan saya?

    Kemudian untuk masalah anda disana ketawa ketiwi atau sebagainya, itu kembali kepada forum kita saudaraku, kita sekarang ada dijaringan tidak bertatap muka langsung dan saya yakin anda tahu tentang etika berjaringan bukan? Bagaimana image dibangun dalam jaringan itu tergantung gaya penulisan anda.

    Afwan, Allahu’alam

    Semoga Allah menjernihkan hati kita

  12. Lucu juga ya blog antum..he3..
    Ana jadi pengen tersenyum… Gak papa kan? Senyum kepada sesama muslim kan ibadah.. Setidaknya ana dan antum masih muslim..
    Bagus2..blog anda telah membuat saya sedikit ‘terhibur’..

    Silahkan saja Anda tersenyum, tapi tidak semua senyum ibadah loh…….Senyum yang menghina apakah juga disebut ibadah? Senyum yang sinis apakah juga ibadah? Silahkan tanyakan pada diri anda

  13. gyaaaa, abu shafi al pacitan…khaifa haluk?….
    tumben nih brader…
    biasanya panjang lebar… *dilempar onta

    seekk, calm down dulu…tarik napas…hembuskan… (SKJ mode : ON)

    ehm…
    ikhwah fillah…

    ….padahal mo nulis prolog, tapi bingung…

    1. tentang pengambilan hujjah
    saya hanya mengambil hujjah dg al qur’an wa sunnah sebagaimana yg diajarkan oleh rosululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam dan diamalkan para shahabatnya.
    maka, setiap perkataan manusia, semulia apapun kedudukannya, jika perkataan itu tidak sesuai dg al qur’an dan sunnah, saya ga bakal menerimanya.
    sampe disini, adakah anda setuju?

    2. masalah wali dan habib
    saya masih saja bingung. secara saya tuh orangnya (sok) ilmiah, maka setiap cerita dan kisah haruslah berdasarkan bukti2 otentik yg dapat dipertanggungjawabkan. adapun penyebaran islam di indonesia yg (konon) dilakukan walisongo (bahkan mungkin lebih dr 9) itu adalah sesuatu yg absurd sejarahnya. saya memilih no comment jika ditanya sejarah walisongo.
    contoh cerita aneh. konon sunan kalijaga bertapa di pinggir sungai sampai ada burung yg bersarang di atas kepalanya (aq dan kau, suka dancow *dilempar kaleng). lha, truz kapan beliau shalatnya?
    truz masalah habib, awalnya saya cm tanya, adakah anda mengetahui nasabnya? lha tinggal dijawab tahu atau tidak tahu. selesai.
    lha wong saya tu bodoh, ga tahu, makanya saya bertanya pada anda.siapa tahu anda lebih tahu. koq malah anda mengatakan saya begini begitu…hiks…(telenovela mode : ON)

    3. sudah ketemu satu nih
    Dari Umar ibn Al Khattab secara marfu’:
    Ketika Adam melakukan kesalahan, dia berkata: “Wahai Tuhanku, aku memohon kepada-Mu dengan hak Muhammad agar Engkau mengampuniku. Maka Allah berfirman, “Wahai Adam, bagaimana engkau mengenal Muhammad, padahal Aku belum menciptakannya?” Adam berkata, “Wahai Tuhanku, ketika Engkau menciptakanku dengan tangan-Mu dan Engkau tiupkan ruh ke dalam diriku, aku mengangkat kepalaku, maka aku melihat tiang-tiang ‘arsy tertuliskan “Laa ilaaha illallah Muhammadun rasulullah”, maka aku tahu bahwa Engkau tidak menghubungkan sesuatu kepada nama-Mu, kecuali makhluk yang paling Engkau cintai”, kemudian Allah berfirman, “Aku telah mengampunimu, dan sekiranya bukan karena Muhammad tidaklah aku menciptakanmu.” (Diriwayatkan oleh Al Hakim (2/615) (2/3, 32/2) dan Al Hakim berkata: “Shahihul Isnad akan tetapi Adz Dzahabi menyalahkan beliau dengan perkataannya: Aku berkata, bahkan hadits ini maudhu’, Abdurrahman sangat lemah, dan Abdullah ibn Muslim Al Fahri tidak diketahui jati dirinya.”)
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Periwayatan Al Hakim terhadap hadits ini termasuk yang diingkari oleh para ulama, karena sesungguhnya diri beliau sendiri telah berkata dalam kitab Al Madkhal ilaa Ma’rifatish Shahih Minas Saqim, “Abdurrahman bin Zaid bin Aslam meriwayatkan dari ayahnya beberapa hadits palsu yang dapat diketahui secara jelas oleh pakar hadits yang menelitinya bahwa dialah yang membuat hadits-hadits tersebut.” Aku (Ibnu Taimiyah) katakan, “Dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam adalah perawi dha’if (lemah) dan banyak melakukan kesalahan sebagaimana kesepakatan mereka (ahli hadits).” (Qo’idah Jalilah fit Tawassul hal 69).
    Al Allamah Al Albani berkata, “Kesimpulannya sesungguhnya hadits ini Laa Ashla Lahu (tidak berasal) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan tidak salah menghukuminya dengan batil sebagaimana penilaian dua orang Al Hafizh, Adz Dzahabi dan Al Asqalani sebagaimana telah dinukil dari keduanya.” (Silsilah Ahadits Addha’ifah 1/40).
    http://muslim.or.id/aqidah/hadits-atsar-dan-kisah-dhaif-dan-palsu-seputar-tawassul-2-atsar-atsar-lemah-dan-palsu.html

    4. tidak konsisten apa?
    Lha bukannya dari awal saya selalu bilang klo habib, wali, da’I, al ustadz, imam syafi’I adalah manusia biasa yg bisa diambil maupun dicampakkan perkataanya jika tak sesuai dg al qur’an wa sunnah?

    Oh ya, masalah penyebutan, seandainya orang tsb adalah orang yg diakui ‘adalah-nya, it’s ok. Semisal al imam asy syafi’I, syaikhul islam ibnu taimiyyah, dsb.

    Saudara Bayu yang sangat sayang dan perhatian kepada saya, Sepertinya ini tidak akan dan tidak pernah selesai jika Anda tetap tidak membuka hati.

    1. Anda berhujjah kepada Al-Qur’an dan Sunnah, saya juga sama.
    2. Jika anda marah dengan ucapan saya yang mengajak Anda bersilaturahim kepada habib, maafkan saya sebab saya tidak tau kalo anda itu “alergi” bersusah payah dalam ilmu (saya berkata tentang kefalidtan informasi nasad, sudah ada dikoment sebelumnya)
    3. Muhaditsin itu tidak hanya satu saudaraku, saya juga memberikan dasar saya kan? kenapa anda cek dulu kebenaran dari informasi saya malah berusaha mencari “pembenaran atas pemikiran anda”
    4. Orang lain yang menilai sendirilah sebab

    imam syafi’I adalah manusia biasa yg bisa diambil maupun dicampakkan perkataanya, “kemudian anda berkata lagi” seandainya orang tsb adalah orang yg diakui ‘adalah-nya, it’s ok. Semisal al imam asy syafi’I, syaikhul islam ibnu taimiyyah, dsb.

    Kita sudahi saja diskusi yang tidak bermutu ini duhai saudaraku, tidak akan ada kata mufakat selama anda masih berkeras dengan pemikiran anda. Lebih baik kita sama-sama mencari ilmu dan berinteropeksi diri sajalah, dan itu lebih baik daripada diskusi ini. Saya selaku Author dan Sang Kuncen selaku nama saya di gubug meminta maaf apabila selama diskusi dari awal hingga akhir tidak kosisten, tidak fokus, kurang menyimak dan membuat anda tertawa-tertiwi

    Dengan ucapan “Shollu’alan Nabii” dengan ini diskusi kita saya anggap selesai, Afwan dari awal hingga akhir

  14. He3.. Ada2 aja Mas bayu ini.. Kabar ana baik..
    Dengan coment ana yang singkat dan mendapatkan balasan dari mas surya, mas bayu dapat jawaban siapa Mas Surya sebenarnya dalam bab ‘suuzhon’.

    maaf tanpa maksud menyinggung, demi terjadinya silaturahim yang berkelanjutan dan demi ketertiban tolong jika memilik url, harap saudara Abu Shafy diisikan dalam kolom url yang tersedia agar nantinya pengunjung lain ataupun saya sendiri dapat berkunjung kepada anda. jika anda tidak memilikinya maka itu tidak perlu ditanggapi.

  15. dari yg ana baca(sbg seorang awam), ksimpulan yg objektif (menurutku🙂 ) sang kuncen gak mau menjelaskan nasab dari sang habib dengan alasan supaya bersilaturahim sendiri ke sang habib..tu menunjukkan dua kemungkinan, 1. dia benar2 gak tau 2. dia gak mo berbagi pengetahuan kl dia memang lbh tau dlm hal ini…coz gak dijawab secara tegas, melainkan berbelit-belit…(‘afwan)🙂 3. sang kuncen berhujjah dengan qoola fulan bin fulan, bukannya dengan qoolallah, qoola rosul…
    mgkn tu ja… hehehehe…🙂
    wallahua’lam…

    Saudara Yoga_ST, saya haturkan maaf karena forum diskusi ini sudah saya tutup. Untuk berbagai dugaan anda itu, tidak semuanya benar dan tidak juga salah. Namun saya tegaskan dan bertanya kepada Anda, Apakah Sholat Anda membaca Sholawat untuk keluarga Nabi SAW dan Nabiyullah Ibrohim AS? Darimana itu Anda dapat, Qola Fulan bin Fulan kah? Lalu tentang Ayat Al-Qur’an menyuruh kita memuliakan kerabat Nabi SAW, Qola Fulan bin Fulan kah?

    Saya memang terlihat berbelit-belit agar Anda dan semua orang yang sepaham dengan Anda lebih berfikir, dan memanfaatkan Akal Anda. Sekarang kalau saya habib A (yang sekarang masih hidup) berapa halaman di blog ini yang terpakai untuk menjelaskan yang demikian? Sedang untuk seorang Waliyullah yang tertinggi Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani (telah lama sekali wafat) saja sudah begitu panjang.

    Maaf dikarenakan Forum ini sudah resmi saya tutup maka komentar setelah ini tidak akan ditanggapi, mohon beralih ke pokok bahasan yang lain, Afwan wa Syukron

  16. Pernyataan Resmi Sang Kuncen

    1. Dengan mengucapkan “Shollu’alan Nabi” Maka dengan ini Forum diskusi membahas masalah memuliakan Habibullah saya anggap telah usai

    2. Bagi yang masih ingin berdiskusi dimohon memilih pokok bahasan lain yang masih terbuka untuk forum diskusi semisal: Kapan Islam Menjadi Teroris?, Kapan Aku Hamil?, Labaik Allahumma Labaik, dan lainnya

    3. Bagi yang ingin mengetahui Nasad Keturunan Rasulullah, diharap untuk berkunjung langsung dan bersilaturahim dengan Beliau para Habaib dengan maksud lebih mengenal dan agar informasi yang didapatkan lebih Falid dan dapat dipertanggungjawabkan secara Hukum, baik hukum dunia lebih2 hukum Allah.

    4. Terima kasih atas segala respon, kritik, cercaan, hujatan, komentar, pemikiran dan apapun bentuk perhatian anda sekali, Semoga Allah menjernihkan hati kita semua

    ttd

    Sang Kuncen ( M. Surya Ikhsanudin )

  17. assalamualikum

    untuk pengelola blog ini, cepatlah kembali ke manhaj as salafuna shalih. apa yang antum paparkan di artikel ini, dan mungkin artikel antum semuanya (namun ana baru baca yg ini ) adalah sesuai dengan pemahaman asy Ariyah. kelompok sesat. dimana mereka membagi allah memiliki sifat Wujud, Qidam, Baqo, dll seperti yg antum paparkan di awal2 kalimat.

    perlu antum ketahui, tidak ada satu ayat dan hadist pun yang sahih yang mengatakan allah memiliki sifat Wujud, Qidam, Baqo, dll.

    cepatlah bertaubat dan kembali menitih jejak as salafus shalaih yang tergambar dalam dakwanya kaum salafiyah ahlu sunnah wal jama’ah sekarang ini.

    Abu Nashir as Salafy

    Saya justru bingung dengan anda, darimana anda belajar……mungkin anda tidak pernah sekolah……atau gak mungkin sekolah anda tidak ada pelajar agama……..Bila anda berbeda dengan saya silahkan saja, tapi tak perlu berkata sesat karena saudara2 anda yang lain yang sepaham dengan anda (silahkan baca koment mereka) begitu sombong, masa saya harus berfikiran sama dengan orang2 yang sombong padahal sombong adalah Hak Allah. terima kasih telah berkunjung dan sebenarnya forum ini sudah saya tutup tapi anda ternyata tidak membaca dan hanya berkoment ria saja

  18. assalamu’alaikum…
    saya mau tanya2 ttg habib….
    1. setau saya habib juga manusia, jadi tidak luput dari hilaf dan salah?apakah itu benar?
    2. jika jawaban dari pertanyaan 1 benar,…apakah semua perkataan habib harus kita terima tanpa fikir panjang?
    3. di perbatasan bogor-jkt ada beberapa kaum habib yang semena-mena merendah kan muslimin yang lain, dan merasa selain keturunan habib semua nya hina. apakah yang seperti itu mash harus dituruti.
    4. disebagian pesantren habib selalu mengatakan “cintailah habib, sayangilah habib, dengan begitu anda akan dicintai dan disayangi rosul”stlh berkata itu ada sebagian yang meminta hal yang tidak senonoh,dan akhirnya terpaksa dinikahkan…stlh mereka menikah, sang istri malah diperlakukan tidak manusiawi,diasingkan dll…(korban nya adalah sepupu saya, yang ikut pesantren di dkt TMII)
    5. sebagian besar habib( tebet-jaktim) juga memilih istri(selain kaum syarifah) dari golongan yang tidak mampu,stlh menkh mereka menganggap telah mengangkat derajat sang istri, dgn bgtu mereka blh semena-mena…apakah yang seperti masih harus dianggap mulia?

  19. dengan membaca debat diatas, rasanya kepala ini . pusinnng. yg satu ingin memurnikan ajaran tauhid,berdasarkan nas algur,an dan hadist sohih, sedang yang satunya ingin mempertahankan kejumudan , dan ingin ber ibadah ria bercampur dengan tahayul – hurafat dan amal2 campur shirik , padahal mereka sangat tahu, tapi tetap saja melindungi diri dengan hadist2 pelintiran sambil menghujat wahabi- sheh islam ibnu taimiah – sekaligus memproklamirkan diri sebagai ahlusunnah wal jama,ah , walaupun kebanyakan dari mereka ikut memeriahkan gebyar gladi resik padang kerbala pd tiap 10 muharram, yg diselenggarakan oleh kaum SHI,AH. .tidak tanggung2 -sewa bale sudirman dua gedung dan kemarin sewa senayan. jangan kaget kalau kawan2 anda yg sering gembar gembor sbg ahlu sunnah ternyata hadir di situ -bahkan hingga ribuan ,dari orang 2 ini yang menghadiri acara SHI,AH tersebut.

  20. untuk rafel hamzah, kalau cerita anda ini benar,,,,,, maka anda senasib dengan ratusan orang kampung org diperlakukan begitu. coba saja anda main2 ke tapos- pasir angin- citerep – cigombong – cisarua- cicurug, cibedug , anda akan temui keluarga2 yang kecewa dan senasib dengan anda.
    coba sekali2 cari tahu di daerah2 itu. oh yaa anda INGAT penyanyi KDI yg dari serang banten -eh lupa aku namanya , dia juga pernah ketipu kan hingga masuk tv.

  21. oh yaa debat diatas kok ramai sekali- yang satu mempertahankan gelarnya sebagai ahlul bait , yg bebas dosa dan dijamin sorganya – sedang yang sebagian lain: menganggab itu semua cara cara shi,ah dalam merusak islam dari dalam , sambil menggiring orang2 awam untuk percaya akan status habib, padahal allah sendiri berfirman : yang maksudnya: apakah kamu sangka semudah itu kamu masuk sorga , sedang allah belum menyaksikan pembuktian orang2 yg sabat dan ter uji diantara kamu(inti arti ayat nya spt itu) – ok selamat berdebat – lanjutkan,,, tapi pakailah dalil nagli yg jelas , jgn hadist yg telah di modif oleh mullah2 shi,ah hex3

  22. boleh debat tapi jangan luoa sholat hehehe

  23. boleh debat tapi jangan lupa sholat hehehe

  24. salut buat kang surya…..mantabs,kita tunggu aja kang besuk di akhirat siapa yang benar….ndak apa2 di anggap sesat.man kafara mukminan fahuwa kafir

  25. ………..
    Duh bolo konco priyo wanito
    Ojo mung ngaji syareat bloko
    Gur pinter ndongeng nulis lan moco
    Tembe mburine bakal sengsoro

    Akeh kang apal Qur’an Haditse
    Seneng ngafirke marang liyane
    Kafire dewe dak digatekke
    Yen isih kotor ati akale

    Gampang kabujuk nafsu angkoro
    Ing pepaese gebyare ndunyo
    Iri lan meri sugihe tonggo
    Mulo atine peteng lan nisto
    ………
    syi’iran alm gusdur

  26. diam lebih baek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: