• Arsip Posting Blog Ini

  • Assalamu’alaikum Saudaraku

    Selamat Datang Di Gubug Maya milikku, Sebagai tamu adalah suatu kehormatan bagi saya untuk menjamu anda dengan tulisan-tulisan saya yang kurang berilmu. Komentar Anda Adalah Bentuk Perhatian Anda Bagi Kami Terima kasih Kunjungannya
  • Makna Hidup !!!!!

    Katika kita lahir, kita menangis dan semua orang tertawa melihatnya maka ketika kita mati, seharusnya kita buat mereka menjadi menangis melihat kita dan kita tertawa karena melihat syurga sesaat sebelumnya
  • Kata Mutiara

    Orang Cerdik Adalah orang yang selalu menjaga dirinya dan beramal untuk bekal sesudah mati, Orang Kerdil adalah orang yang hanya menuruti hawa nafsunya tetapi ia mengharapkan berbagai harapan pada Allah (HR Turmudzi)
  • Halaman yang ada

  • Hisab Bernilai BENAR jika telah jatuh Rukyah

  • Islam Rohmatan Lil’Alamin

    Jangan Membuat Sulit Pengamalan Islam Karena Islam Itu Mudah dan Memudahkan
  • Hikmah

    "Orang yang kaya beramal dengan hartanya, Orang miskin beramal dengan kesabarannya"
  • Istiqomah!!!

    Kadang apa yang kita lakukan tiada menghasilkan apapun kecuali kepenatan, tapi keistiqomahan akan berbuah dan buah istiqomah itu tidak lain adalah sebuah kebahagian
  • Tebarkan Kebaikan

    Silahkan ambil artikel atau apapun di situs ini tanpa harus meminta ijin namun menyertakan link balik ke situs ini sebagai wujud etika berjaringan. Terima kasih telah berbagi ilmu dengan saya
  • Total Pengunjung yang Pernah Singgah

  • Yang Sedang Online(s)

  • Jalin Silaturahim Lewat Jaringan Silahkan Klik

    Gak Bisa di Klik??? Langsung aja add radenmas_surya
  • Hati dan Cahaya Ke-Maha Agung-an Allah

    "tidak akan cukup untuk menampung Ku Langit Ku dan Bumi Ku itu, yang cukup menampung Ku adalah jiwa hamba Ku yang beriman" (hadist Qudsi)
  • Rumusan Tulisan

Pendapat Para Ulama-Ulama Besar Tentang Bid’ah

Sebenarnya saya sudah enggan menampilkan tulisan yang seperti ini, tapi saya disudutkan dan saya di hujjat dalam Gubug Saya sendiri, dan secara tidak langsung saya di tuduh sebagai orang yang tidak ber’ittiba’ kepada Rasulullah dan lebih-lebih lagi menghianati Al-Qur’an dan Sunnah Beliau SAW dalam halaman ini. Saya takutkan saudara-saudara saya yang lain yang sepaham dengan saya, yang cinta kepada Al-Qur’an dan Sunnah, yang Cinta kepada Rasulullah dan memuliakannya, yang memuliakan keluarga Nabi SAW dan sedang bimbang hatinya akan berbalik dan berputar haluan menjadi tidak percaya pada Ahlussunnah, Penerus Risalah, Pengemban Amanah, Pewaris dan keturunan Nabi Muhammad SAW yang di Indonesia dikenal dengan sebutan Habib.

Saya takutkan mereka yang sudah paham masalah Bid’ah pun bisa berbelok sebagaimana saya dulu. Dan saya juga mengharap bagi saudaraku yang berlainan, semoga Allah menjernihkan dada anda sebagaimana dijernihkan hati Sayyidina Abu-bakar ra, Umar ibn Khotob ra, Zeyd ibn haritsah ra.

#Pendapat para Muhadditsin#

1. Al Hafidh Al Muhaddits Al Imam Muhammad bin Idris Assyafii rahimahullah
(Imam Syafii)

Berkata Imam Syafii bahwa bid’ah terbagi dua, yaitu bid’ah mahmudah (terpuji) dan
bid’ah madzmumah (tercela), maka yang sejalan dengan sunnah maka ia terpuji, dan
yang tidak selaras dengan sunnah adalah tercela, beliau berdalil dengan ucapan Umar
bin Khattab ra mengenai shalat tarawih : “inilah sebaik baik bid’ah”. (Tafsir Imam
Qurtubiy juz 2 hal 86-87)

2. Al Imam Al Hafidh Muhammad bin Ahmad Al Qurtubiy rahimahullah

“Menanggapi ucapan ini (ucapan Imam Syafii), maka kukatakan (Imam Qurtubi
berkata) bahwa makna hadits Nabi saw yang berbunyi : “seburuk buruk permasalahan
adalah hal yang baru, dan semua Bid’ah adalah dhalalah” (wa syarrul umuuri
muhdatsaatuha wa kullu bid’atin dhalaalah), yang dimaksud adalah hal hal yang tidak
sejalan dengan Alqur’an dan Sunnah Rasul saw, atau perbuatan Sahabat radhiyallahu
‘anhum, sungguh telah diperjelas mengenai hal ini oleh hadits lainnya : “Barangsiapa
membuat buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala
orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan
barangsiapa membuat buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya
dan dosa orang yang mengikutinya” (Shahih Muslim hadits no.1017) dan hadits ini merupakan inti penjelasan mengenai bid’ah yang baik dan bid’ah yang sesat”. (Tafsir
Imam Qurtubiy juz 2 hal 87)

3. Al Muhaddits Al Hafidh Al Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf Annawawiy
rahimahullah (Imam Nawawi)

“Penjelasan mengenai hadits : “Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam
islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak
berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yang
dosanya”, hadits ini merupakan anjuran untuk membuat kebiasaan kebiasaan yang
baik, dan ancaman untuk membuat kebiasaan yang buruk, dan pada hadits ini terdapat
pengecualian dari sabda beliau saw : “semua yang baru adalah Bid’ah, dan semua
yang Bid’ah adalah sesat”, sungguh yang dimaksudkan adalah hal baru yang buruk
dan Bid’ah yang tercela”. (Syarh Annawawi ‘ala Shahih Muslim juz 7 hal 104-105)
Dan berkata pula Imam Nawawi bahwa Ulama membagi bid’ah menjadi 5, yaitu Bid’ah
yang wajib, Bid’ah yang mandub, bid’ah yang mubah, bid’ah yang makruh dan bid’ah
yang haram.
Bid’ah yang wajib contohnya adalah mencantumkan dalil dalil pada ucapan ucapan
yang menentang kemungkaran, contoh bid’ah yang mandub (mendapat pahala bila
dilakukan dan tak mendapat dosa bila ditinggalkan) adalah membuat buku buku ilmu
syariah, membangun majelis taklim dan pesantren, dan Bid;ah yang Mubah adalah
bermacam macam dari jenis makanan, dan Bid’ah makruh dan haram sudah jelas
diketahui, demikianlah makna pengecualian dan kekhususan dari makna yang umum,
sebagaimana ucapan Umar ra atas jamaah tarawih bahwa inilah sebaik2 bid’ah”.
(Syarh Imam Nawawi ala shahih Muslim Juz 6 hal 154-155)

4. Al Hafidh AL Muhaddits Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy
rahimahullah

Mengenai hadits “Bid’ah Dhalalah” ini bermakna “Aammun makhsush”, (sesuatu yang
umum yang ada pengecualiannya), seperti firman Allah : “… yang Menghancurkan
segala sesuatu” (QS Al Ahqaf 25) dan kenyataannya tidak segalanya hancur, (*atau
pula ayat : “Sungguh telah kupastikan ketentuanku untuk memenuhi jahannam
dengan jin dan manusia keseluruhannya” QS Assajdah-13), dan pada
kenyataannya bukan semua manusia masuk neraka, tapi ayat itu bukan bermakna
keseluruhan tapi bermakna seluruh musyrikin dan orang dhalim.pen) atau hadits : “aku
dan hari kiamat bagaikan kedua jari ini” (dan kenyataannya kiamat masih ribuan tahun
setelah wafatnya Rasul saw) (Syarh Assuyuthiy Juz 3 hal 189).

Maka bila muncul pemahaman di akhir zaman yang bertentangan dengan pemahaman
para Muhaddits maka mestilah kita berhati hati darimanakah ilmu mereka?,
berdasarkan apa pemahaman mereka?, atau seorang yang disebut imam padahal ia
tak mencapai derajat hafidh atau muhaddits?, atau hanya ucapan orang yang tak
punya sanad, hanya menukil menukil hadits dan mentakwilkan semaunya tanpa
memperdulikan fatwa fatwa para Imam?

Walillahittaufiq

#Sumber Tulisan “Kenalilah Akidahmu” karangan Al-Habib Munzir Al-Musawwa#

12 Tanggapan

  1. Kalau begitu saya mau tanya mas. Adakah di zaman sekarang bid’ah yang sesat? (yg org2 masih kerjakan)

    Ada, dan itu jelas kok. Bahwa segala macam perbuatan baru yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah jelas sesat. Bukankah sudah jelas dalam tulisan tersebut, kalo masalah contoh perilakunya silahkan gali sendiri sebab saya tidak mau menyalahkan dan menyesatkan orang walaupun dimungkinkan mereka telah melenceng dan hanya mengambil ujung dan meninggalkan yang lain(sebagaimana teh). Tapi itu karena kurang paham, salah guru dan belum dijernihkan hatinya saja.

    Saya sendiri pernah terjebak dalam yang demikian itu, dan Alhamdulillah teman, shohabat dan orang yang sayang dengan saya terus mengingatkan dan meluruskan saya. Alhamdulillah saya sekarang senang dengan pemahaman dan kepahaman saya. Tapi ilmu dan ilmu yang sedikit ini belum membuat saya senang dan puas. Silahkan cek kembali “sebatas pesan dari Gubah Al-Hadad” disitu ada tuntunan cara memilih guru

    Allahu’alam, afwan untuk semua kesalahan dan emosi yang salah tempat

  2. baca dulu ah…🙂

    Silahkan Mbak Namada, Sudah Sehat kah? Alhamdulillah kalo udah sehat

  3. Hmm.. Pantesan aja waktu si A adzan dan iqamat setiap 2 rakaat shalat tarawih dimarahin si B. Lantas si A dituding melakukan perbuatan bid’ah yang tercela..

    Untuk kasus seperti ini saya lebih memilih no coment dengan maksud untuk tidak mendistreditkan dan menyesatkan seseorang, karena yang saya tau dari Guru saya bahwa seseorang muslim itu beribadah dan beramal sesuai dengan ilmu dan pemahamannya.

    Mungkin anda bingung dengan saya yang sedikit2 guru, sedikit guru tapi jarang menyajikan dalil sebagai pembenar, tidak perlu bingung ataupun heran itu karena saya yang sedang belajar ini lebih kepada “Sami’na wa atho’na” ketimbang bertanya tentang pembenaran ucapan guru saya.

    Allahu’alam, Semoga Allah menjernihkan hati kita

  4. Jadi sebenernya bid’ah yg buruk itu seperti apa mas? Saya butuh penjelasan contoh nyata yg ada di masyarakat sekarang. Kalau mas surya aja memilih no comment terhadap contoh yg saya sebutkan, lantas saya harus mikir gimana lagi?

    Ingat lho, saya ingin contoh nyata. Bukankah mas bilang bahwa bid’ah yg buruk itu banyak?

    Saya ambil contoh saja, KHAWARIJ (yg rasulullah dan Ali memerangi mereka). Mereka melakukan bid’ah. Sekarang mas sebutkan bid’ah yg BAIK yg mereka lakukan

    Saudaraku Rismaka yang kritis, Begini loh……..Islam itu Dinullah “agama Allah”, Allah yang menjaganya melalui Para Nabi dan Rasul sejak Nabi Adam hingga Nabiyullah Muhammad SAW. Islam itu Milik Allah, bukan agama milik kita,kita hanya pemeluk jadi sesat atau tidak itu Hak Allah. Kita tidak bisa dengan serta-merta mengatakan si A sesat, si B sesat, si C sesat, Demikianlah kira-kira.

    Kenapa saya bilang yang sesat itu banyak, karena Rasulullah mengabarkan demikian. Lalu apakah kita lebih memikirkan kesesatan orang lain daripada kesempurnaan akhlaq dan ibadah kita? apakah anda lebih suka mengorek-orek kesalahan orang lain daripada memikiri kesalahan diri sendiri? jawabannya ada dalam dada anda.

    Masalah golongan Khowarij, saya kurang tau sebab musabab mereka dimusuhi yang saya tau mereka sesat, karena Rasulullah memusuhinya berarti tidak diragukan kesesatannya. Bukankah Rasulullah adalah pemberi petunjuk dan penyempurna Islam.

    __________________
    Catatan sang kuncen :Seorang muslim beribadah sesuai dengan Ilmu dan Pemahaman, sehingga bagi mereka yang telah tau akan kesalahan berusaha meluruskan jika tidak mau berarti Allah belum menjernihkan dadanya. Bukankah dalam pembukuan Al-Qur’an telah terjadi perdebatan antara Sayyidina Abu Bakar ra dan Sayyidina Umar ra tentang tersebut dimana Sayyidina Abu Bakar ra menolaknya karena Bid’ah dan Sayyidina Umar ra tetap berusaha memberikan pengertian hingga akhirnya Allah MENJERNIHKAN DADA Sayyidina Abu Bakar ra

  5. Tolong fokus mas. Saya cuma mau tanya, bid’ah2 apa yg buruk di zaman sekarang? Tolong beri contoh 2 saja. Karena anda sdh mbyebutkan bahwa banyak bid’ah yang buruk.

  6. Komentar terakhir anda tentang pembukuan AlQur’an, saya minta sanadnya, riwayat sapa? Atau mungkin mas surya mau mengoreksi kembali komentar anda yg tadi sebelum saya jawab?

    __________
    Secara Pribadi sang Kuncen minta maaf atas segala kesalahan kepada anda.

    Ketika terjadi pembunuhan besar besaran atas para sahabat (Ahlul yamaamah) yang
    mereka itu para Huffadh (yang hafal) Alqur’an dan Ahli Alqur’an di zaman Khalifah

    Abubakar Asshiddiq ra, berkata Abubakar Ashiddiq ra kepada Zeyd bin Tsabit ra :
    “Sungguh Umar (ra) telah datang kepadaku dan melaporkan pembunuhan atas
    ahlulyamaamah dan ditakutkan pembunuhan akan terus terjadi pada para Ahlulqur’an,
    lalu ia menyarankan agar Aku (Abubakar Asshiddiq ra) mengumpulkan dan menulis
    Alqur’an, aku berkata : Bagaimana aku berbuat suatu hal yang tidak diperbuat oleh
    Rasulullah..?
    , maka Umar berkata padaku bahwa Demi Allah ini adalah demi kebaikan
    dan merupakan kebaikan, dan ia terus meyakinkanku sampai Allah menjernihkan
    dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan Umar
    , dan engkau (zeyd)
    adalah pemuda, cerdas, dan kami tak menuduhmu (kau tak pernah berbuat jahat), kau
    telah mencatat wahyu, dan sekarang ikutilah dan kumpulkanlah Alqur’an dan tulislah
    Alqur’an..!”

    Berkata Zeyd : “Demi Allah sungguh bagiku diperintah memindahkan sebuah gunung
    daripada gunung-gunung tidak seberat perintahmu padaku untuk mengumpulkan
    Alqur’an
    , bagaimana kalian berdua berbuat sesuatu yang tak diperbuat oleh Rasulullah
    saw?
    ”, maka Abubakar ra mengatakannya bahwa hal itu adalah kebaikan, hingga
    iapun meyakinkanku sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku
    sependapat dengan mereka berdua dan aku mulai mengumpulkan Alqur’an
    ”. (Shahih
    Bukhari hadits no.4402 dan 6768).

    Bagaimana saudaraku, apakah anda memilih jalan lain, dan tidak mau Allah jernihkan dada saudara sebagaimana dijernihkannya dada Sayyidina Abu Bakar ra dan Shohabat Zeyd ibn Haritsah.

  7. Pertanyaan saya yg pertama belum dijawab mas…

    Lagian saya mau tanya lagi, makna bid’ah itu apa siy? Coba dudukkan makna bid’ah sesungguhnya dengan kasus Abubakar.

    Bukankah saya sudah jawab diatas pertanyaan itu, Saya berkata banyak itu karena Rasulullah bersabda yang demikian dan saya mendengarnya dari Guru saya yaitu “Pada akhir jaman ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan. 72 diantaranya masuk neraka dan 1 masuk syurga” ini dasar saya mengatakan banyak, apa anda tidak bisa memahami yang demikian?

    Dalam lisanul Arab hal:6, bid’ah berasal dari kata “bada’a” yang berarti menciptakan sesuatu yang baru, Abda’tu Assyai’: menciptakan sesuatu yang baru. Menurut Ibnu Sikit: Bid’ah adalah segala sesuatu yang baru yang belum ada sebelumnya dan kebanyakan digunakan dalam hal-hal negatif. Menurut Abu Adnan: Bid’ah adalah mendatangkan sesuatu yang baru yang belum pernah ada dan dikerjakan oleh seorangpun sebelumnya. Sedangkan kata Abda’a, Ibtada’a dan Tabadda’a berarti mendatangkan sesuatu yang baru, Badi’ adalah hal-hal baru yang aneh. Sesuatu yang baru tidak selamanya berarti baru secara mutlak melainkan hasil dari pembaharuan dan pengembangan apa-apa yang telah ada sebelumnya yang dipoles dalam bentuk yang baru. (terminolgi)

    Syar’i (ada dua metode yang dipakai oleh para Ulama dan telah disepakati)

    Pertama: Metode yang dilakukan oleh Izzu bin Abdu Assalam dalam bukunya Qawaidu Alahkam fi mashalihi alanam hal:204, ia menganggap bahwa segala sesuatu yang belum dan tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah SAW adalah Bid’ah yang terbagi menjadi lima bagian, Bid’ah Wajiba (Wajib), Bid’ah Muharramah (Haram), Bid’ah Makruha (Makruh), Bid’ah Mandubah (Sunnah) dan Bid’ah Mubaha (boleh) dan untuk mengetahuinya maka bidah tersebut haruslah diukur berdasarkan Syar’i, apabila bid’ah tersebut termasuk ke dalam sesuatu yang diwajibkan oleh syar’i berarti bida’ah itu wajib, apabila termasuk perbuatan yang diharamkan berarti haram dan seterusnya. Defenisi ini kemudian diperkuat oleh Imam Nawawi dalam Fath Albari karangan Ibnu hajar hal:394, bahwa segala sesuatu yang belum dan tidak pernah ada pada zaman Nabi adalah bid’ah namun ada yang terpuji dan ada pula yang tercela.

    Kedua: Metode ini lebih mengkhususkan dan mempersempit pengertian bid’ah menurut bahasa kedalam pengertian syar’inya, artinya bid’ah dikhusukan kepada hal-hal baru yang tercela saja, namun tidak menamai bid’ah itu sebagai bid’ah wajib dan lainnya sebagaiman pada metode pertama karena dalam metode ini, bid’ah dikhususkan kepada sesuatu yang haram. Dalam kitab Jami’ Al ulum wa Alhikam hal:223, Ibnu Rajab Alhanbali menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan bid’ah adalah apa-apa yang baru yang tidak beradasar dalam dalil syar’i, adapun jika bid’ah itu sesuai dengan syara’ berarti ia bukanlah termasuk ke dalam Bid’ah meskipun secara bahasa berarti bid’ah.

    Saya tak perlu mendudukkan makna itu dalam kasusu Sayyidna Abu Bakar karena Beliau telah mengucapkannya sendiri. Dan telah saya tulis dengan jelas dalam balasan sebelumnya

  8. Saya kan bertanya contohnya…. Tolong sebutkan contohnya… Knp anda tdk mau? Atau anda juga bingung mana yg disebut bid’ah hasanah dan mana yg disebut bid’ah dlolalah?

    Sekali lagi, tolong sebutkan contoh bid’ah yg buruk di zaman sekarang!!! Jika anda tidak bisa, berarti anda masih bingung ttg pengertian bid’ah itu sendiri.

    Subhanallah, senang sekali mendapat saudara yang begitu kritis. Tapi saya minta maaf tentang contoh hal tersebut saya tidak bisa berikan dengan alasan.

    Islam adalah “Dinullah” agama Allah

    Sudah jelaskan tentang ini? Bahwa islam itu agama Allah yang Allah turunkan untuk sekalian ummat dengan perantara para Nabi dan Rasul sejak Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW. Kita adalah ummat hanya diberi amanat memeluknya, dan menjaganya, betul? Tapi kita tak bisa menetapkan kesesatan kecuali yang sudah jelas kesesatannya, contoh: Ahmad Musadek dengan serta merta mengaku menjadi Nabi, Mirza Ghulam Ahmad mengaku sebagai Imam Mahdi, dll sebagainya yang telah jelas kesesatannya. Tapi kalau masalah saya harus menilai atau memberi contoh amalan dalam masyarakat yang termasuk kedalam Bid’ah sesat, saya justru memilih minta maaf kepada anda.
    Karena, sesat atau tidak, benar atau tidak dasar yang digunakan mereka, kita kembalikan saja kepada yang punya Agama ini(Allah). Tugas kita mengingatkan dan mengajak kepada kebenaran bukan mengorek-ngorek aib orang dan mencari dasar pembenaran atas perbuatan seseorang.

    Bila anda masih kurang puas dengan jawaban saya silahkan klik http://majelisrasulullah.org dan download e-book “Kenalilah Akidahmu” baca dulu tentang bab Bid’ah disana dan pahami sebelum menanyakan pertanyaan yang berikutnya

    Allah Subhanallahu Wata’ala ‘alam, Afwan

    Semoga Allah menjernihkan dada kita

  9. Itulah masalahnya mas, bahwa anda ternyata belum memahami masalah bid’ah, dan sunnah dengan baik. Sbg cntoh anda sndiri bingung atau tepatnya tdk tau ttg masalah bid’ah ini, tapi anda malah berdalih bahwa hanya Allah lah yang berhak menyesatkan.

    Saya katakan, memang benar hanya Allah lah yg berhak menyesatkan. Namun melalui syariatNya pula Allah memberikan batasan2 mana yg beriman mana yg kufur, mana yg sunnah mana yg bid’ah, mana yg lurus mana yg sesat. Itu semua anda sendiri saja belum paham. Lantas bagimana saya bisa berdiskusi dg org yg belum paham???

    Ah,..semoga Allah Ta’ala melembutkan hati kita semua dalam menerima kebenaran.

    Adapun mengenai buku2 ataupun situs yg anda rekomendasikan, sejujurnya saya sudah membaca yg serupa dgnnya. Dan saya simpulkan utk sementara ini bahwa anda, tmn2 anda, atau bahkan guru anda sendiri -rahimahumullah- belum paham atas manhaj (metodologi beragama) yang benar. Adapun yg haq kita ambil dan yg salah kita campakkan.

    Demikian saya menutup diskusi ini. Jazakallahu khoiron atas diskusi ini.

    Assalamualaikum…l

    Silahkan Bilang saya tidak paham, itu hak Anda. Tetapi tolong berikan alasan Anda mengatakan Guru2 Saya (Rahimahullah) tidak paham dengan masalah ini?

    Lalu apakah Shohabat juga anda sesatkan?

    Shohabat Umar bersabda”Sebaik2nya Bid’ah adalah ini” saat menggabungkan manusia dalam jamaah Tarowih. Apakah Shohabat Umar juga sesat? Pikir pakai Dengkul saudara (maaf saya emosi karena anda menyesatkan Amirul Mukmin)

    Lalu Shohabat Abu Bakar yang mengakui bahwa Dadanya telah “Jernihkan Oleh Allah” untuk menerima Bid’ah khasanah, apakah juga sesat?

    Sekarang saya tanya kepada Anda, Hadist itu sanadnya diteliti sampai tingkat mana? Tabi’in saudaraku, karena para Muhaditsin telah percaya dengan haq atas kebenaran yang datang dari Shohabat.

    Lalu apakah anda juga mengatakan para Muhaditsin itu sesat?

    Pertanyaan dari sang Kuncen:

    1. Apa dasar Anda membangun dan berdakwah di sebuah Blog/Internet secara Umum? tolong berikan hadist riwayat siapa, shohih siapa, halaman berapa.

    2. Tolong beritahu saya dasar pembuatan Al-Qur’an terjemah, dasar hadist, riwayat dan shohih siapa halaman berapa?

    3. Minta Dasarnya donk, memigrasikan Al-Qur’an ke Soft memori HP, HD, Flash Disk, MP3, PDF dan lain-lain?

    4. Minta tolong donk, dasar Anda melakukan Sholat tarowih selama Full Sebulan?

    5. Minta tolong beritahu saya arti hadist nabi yang terdapat dalam Shohih Muslin no. 1017 yang sudah ada disini

    Harap maklum sang Kuncen Itu Orang Udik jadi gak begitu paham masalah yang demikian

  10. assalamu’alaykum,

    lg diskusi tentang bid’ah ya? sepanjang yg saya ketahui, bid’ah itu nggak ada yang jelek. maksud saya, setiap perbuatan bid’ah pasti didasari niat yang baik, sampe yg derajatnya kekufuran semisal jahmiyyah yang menafikan shifat-shifat Allah. padahal nash2 Al Qur’an dan hadits secara tegas telah tertera perihal nama dan shifat Allah. para ulama telah menjelaskan kesesatan bid’ah mereka dalam hal ini.

    untuk bisa membedakan mana yg termasuk bid’ah dan mana yg bukan, kita perlu banyak belajar dari para ulama dan orang2 yang ahli. lebih lanjutnya bisa buka link berikut: http://muslim.or.id/manhaj-salaf/mengenal-seluk-beluk-bidah-1.html

    oke, salam kenal aja mas🙂

    Salam kenal juga, Alhamdulillah ada saudaraku yang lebih netral dan independen yang berfikir bijak seperti saudara Herr ini. Memang kita harus bertanya kepada mereka para Ulama tentang ini, dan saya setuju dengan pendapat Anda yang netral(walau terkesan membela saya) tapi memang seharusnya kita tidak boleh dibutakan hati karena fanatik dengan paham yang kita anggap kebenaran tersebut sampai2 menutup dan membutakan mata kita tentang betapa tingginya derajat seorang Ulama Muhadits dimata Allah

    Dengan senang hati saya akan mencoba mengunjungi alamat yang anda berikan, wassalam wa khoir

  11. maaf baru mampir dan berkomentar skrg..
    krn memang aku tidak bisa bicara banyak mengenai seputar bid’ah…
    *makasih banyak utk mas Hanafi yg sudah kasih masukan utk hal ini*

    mudah2an Allah swt. selalu membimbing kita semua agar dapat selalu berada pada jalur yang di berkahi Allah swt.

  12. Untuk yang mulia Rismaka

    Contoh Bid’ah yang buruk adalah Sholat Shubuh 3 Rakaat, Sholat Zuhur 2 Rakaat, Sholat Maghrib 1 Rakaat dan masih banyak yg lainnya. itu contohnya. masih kurang atau belum jelas masalahnya yang awam juga udah paham. Sebenarnya tahun 50 – 60 an , masalah bid’ah ini sudah ada dan sudah diselesaikan entah mengapa mulai tahun 2000 an timbul lagi secara besar2 an , sampai pada tahap kafir dan sesat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: