• Arsip Posting Blog Ini

  • Assalamu’alaikum Saudaraku

    Selamat Datang Di Gubug Maya milikku, Sebagai tamu adalah suatu kehormatan bagi saya untuk menjamu anda dengan tulisan-tulisan saya yang kurang berilmu. Komentar Anda Adalah Bentuk Perhatian Anda Bagi Kami Terima kasih Kunjungannya
  • Makna Hidup !!!!!

    Katika kita lahir, kita menangis dan semua orang tertawa melihatnya maka ketika kita mati, seharusnya kita buat mereka menjadi menangis melihat kita dan kita tertawa karena melihat syurga sesaat sebelumnya
  • Kata Mutiara

    Orang Cerdik Adalah orang yang selalu menjaga dirinya dan beramal untuk bekal sesudah mati, Orang Kerdil adalah orang yang hanya menuruti hawa nafsunya tetapi ia mengharapkan berbagai harapan pada Allah (HR Turmudzi)
  • Halaman yang ada

  • Hisab Bernilai BENAR jika telah jatuh Rukyah

  • Islam Rohmatan Lil’Alamin

    Jangan Membuat Sulit Pengamalan Islam Karena Islam Itu Mudah dan Memudahkan
  • Hikmah

    "Orang yang kaya beramal dengan hartanya, Orang miskin beramal dengan kesabarannya"
  • Istiqomah!!!

    Kadang apa yang kita lakukan tiada menghasilkan apapun kecuali kepenatan, tapi keistiqomahan akan berbuah dan buah istiqomah itu tidak lain adalah sebuah kebahagian
  • Tebarkan Kebaikan

    Silahkan ambil artikel atau apapun di situs ini tanpa harus meminta ijin namun menyertakan link balik ke situs ini sebagai wujud etika berjaringan. Terima kasih telah berbagi ilmu dengan saya
  • Total Pengunjung yang Pernah Singgah

  • Yang Sedang Online(s)

  • Jalin Silaturahim Lewat Jaringan Silahkan Klik

    Gak Bisa di Klik??? Langsung aja add radenmas_surya
  • Hati dan Cahaya Ke-Maha Agung-an Allah

    "tidak akan cukup untuk menampung Ku Langit Ku dan Bumi Ku itu, yang cukup menampung Ku adalah jiwa hamba Ku yang beriman" (hadist Qudsi)
  • Rumusan Tulisan

Masjid mengemis untuk dapat berdiri kokoh

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan yang sebelumnya namun dengan pembahasan yang berbeda.

Pernah anda melihat ornag berjajar dijalan dengan jaring dan pengeras suara di tepian mengajak anda untuk beramal? saya kira semua orang sudah tidak asing dengan kejadian seperti ini. Atau barangkali ada orang datang kerumah atau dimasjid-masjid lain dengan membawa proposal pembangunan Masjid yang entah dimana lokasinya tapi meminta sumbangannya kemana? Ya kejidian seperti ini seperti potret umum di Indoensia yang notaben-nya mayoritas Muslim.

Sebenarnya sangat ironis sekali masjid-masjid tempat ibadah kita harus mengemis hanya untuk dapat berdiri dengan kokoh dan layak. Sungguh suatu delima yang mengiris dada, menyayat hati dan menusuk jantung Al-Islam itu sendiri dan umat islam pada umumnya. Anda boleh mencari atau mungkin saya yang terlalu KUPER (Kurang Pergaulan), Saya belum pernah melihat Gereja dibangun dengan meminta-minta dijalan sebagaimana Masjid, padahal mereka minoritas, ummat mereka sedikit jika dibandingkan dengan kita umat muslim, tapi mereka bisa membangun Gereja dengan kokoh dan layak tanpa harus mengemis kepada ummat yang berkeliaran dijalan.

images1Seharusnya kita berfikir dan malu melihat Masjid yang kita sholat didalamnya, berteduh dan berlindung kala musafir harus mengemis demi kelangsungannya. Mungkin anda bilang “Orang kriten kan kaya-kaya”, baca koran, tonton telivisi, siapa yang lebih banyak orang kayanya, mereka atau kita. Bahkan orang yang bisa dibilang terkaya di Indonesia adalah seorang muslim, misal : Bp. Yusuf Kalla, Bp. Abu Rizal Bakrie, Bp. Alm. Suharto dan keluarganya. Mereka semua muslim kan? (tanya serius ini)

Lagipula saudaraku sudah bacakan tulisan sebelumnya? dimana tak perlu menjadi kaya untuk dapat berbuat baik, sedikit kemauan dan kemampuan sudah cukup untuk beramal. Setidaknya bila anda masih punya rasa malu dan cinta terhadap Al-Islam, anda prihatin dengan dilematika yang terjadi ini. Disatu sisi masjid harus tetap berdiri dan pembangunan harus berlanjut dan disisi lain dana penyokong untuk pembangunan tersebut ternyata kurang, orang yang mampun tak tergetar hatinya, disodori proposal cuma nyumbang seikhlasnya (diartikan: nilai minimal, sedikit) gimana mau cepet berdiri tempat sholat kita? Kalo Romadhon atau Idul fitri/adha sholat sampai keplataran, akan lebih indah jika platarannya dikasih teduhan/atap lalu dibatasi dengan tombok dan lantainya dikeramik, anda juga lebih nyaman dan khusyu’ kan sholatnya.

Bisa dibayangkan, sudah sholatnya diplataran, panas (kalo idul fitri/adha), alasnya cuma pake koran bekas, bawahnya kerikil pula. Lalu anda sujud disitu, yang ada anda menahan sakit, tidak khusyu dan mungkin juga mengumpat kepada pengurus masjid yang tidak segera melebarkan masjidnya. Tapi giliran pengurus masjid mengajukan proposal anda hanya memberi tidak lebih dari sebungkus nasi warteg, satu pak rokok atau sebungkus nasi padang. Padahal anda kalau makan direstoran yang mahal yang sekali makan bisa 1 juta atau lebih, padahal nantinya kalo sudah jadi ampas bau gak jauh beda sama nasi warteg, gak beda sama nasi uduk dan akhirnya cuma jadi sampah bukan? Coba kalau uang anda itu dibelikan batu bata, semen atau keramik untuk membangun masjid tidak akan pernah itu menjadi ampas dan akan terus mengalir pahala kebaikan kepada anda selama batu bata, semen dan keramik itu masih menempel dimasjid itu. Beda sekalikan sama makanan yang mahal yang berakhir di Closet.

Itu semua hanyalah gambaran semata dan hanya penyemangat anda saja, selanjutnya kembali kepada pemikiran anda, Ghiroh Islamiah anda, Kecintaan anda pada Islam, saya hanya menyampaikan dengan harapan hati saya juga terketuk karena tulisan ini.

Semoga bermanfaat, Semoga Allah menjernihkan hati kita semua

NB: hari ini dan insyaAllah tiga hari kedepan tidak bisa bersilaturahim ria sebab sedang ada urusan diluar kantor

34 Tanggapan

  1. Nice post.
    Tapi kalau sholat ied kan di lapangan, bro…

    wach mang kumlod…..kalo daerah saya yang sholat ied itu ada yang dilapangan ada juga yang dimasjid (masjidnya lumayan lebar platarannya)….emang kalo ditempat mamang semuanya sholat dilapangan ya???

  2. benar juga…
    malu rasanya sebagai bagian dari mayoritas, tapi untuk buat masjid saja harus ‘mengemis’. Sebenarnya kalo memaksimalkan dana zakat. berapa masjid mewah yang bisa dibangun?

  3. Yah, ironis..
    Umat islam indonesia kurang solid.
    Nafsi nafsi..

  4. Ironis memang membaca paparan data yang ente sajikan. Anda minta sumbangan, rasanya tak perlu se-ngoyo itu.

    Kalau begitu, ayo ramaikan gerakan infak harian. Dan tetep tidak lupa untuk membayar zakat mall😀 .

    Kalau infak harian, meski cuman se-ceng, insya Allah bakalan baik buat harta kita.

    Di sisi lain, saya sering berpikir. Umat Islam (Indonesia) lebih fokus dan percaya pada hasil pembangunan fisik, seperti pembangunan masjid. Tapi jarang yang percaya terhadap perencanaan pembangunan non fisik.

    Pembangunan non fisik yang saya maksud di sini seperti pendidikan (bukan gedungnya), SDM, pemakmuran masjid, dll.

    Ada ide?

  5. ya ya ya ……. mau dikata apa lagi memang seperti inilah paradigmanya…
    padahal kan qt semua tau bahwa setiap amal atau sadakah yg qt sumbangkan pasti akan mendapat ganjaran yg berlipat ganda dari ALLAH SWT!! (PASTI!!)

    tolong dikupas mengenai keutamaan sedekah ya?? (kalo bisa hehe… biar qt2 pada semangat sedekahnya)
    cayo..

  6. assalaamu’alaykum wa rahmatullah,,
    iya ya bener…
    buat muhasabah diri lagi untuk kita sesama muslim mungkin ya pak..
    kurang menafkahkan harta untuk berdirinya baitullah,,

  7. Ceramah’ Penerang Akidah’.20hb Nov selepas solat zohor.di Masjid Universiti Islam Pahang (UMP):Syeikh Dr Salim Ulwan(Mufti Australia)
    Ceramah’ Penerang Akidah’.20hb Nov selepas Isyak.di Pondok Darus Salam Kuantan:S Dr Salim Ulwan(Mufti Australia), Muslimin & Muslimat dijemput hadir

    http://pondokhabib.wordpress.com

  8. Salam …

    ya iyalah kita perlu muhasabah

    kata orang Arab yang mlancong ke Endonesia >sedikit Heran

    Bikin masjid sebanyak -banyaknya tapi kosong alias bolong

    penghuninya kemana……?

  9. Salam …

    Marilah kita saling Intropeksi jangan saling mengorek

    Insyaalloh kita tahu diri kita yang sebenarnya

  10. Ironis….

  11. Lebih suka mengemis daripada berusaha T_T
    Sedih melihatnya….

  12. iya, saya suka menemukan yg seperti itu…rasanya kok…kita (muslim) terlihat buruk dgn itu
    eee…numpang komen ya…

  13. nah,sekarang saatnya kita mempererat ukhuwah kita, biar gk ada lagi acara ngemis di jalan gitu😥
    Allahu akbar..

  14. Its ironic, memandang kita negara dengan mayoritas muslim terbesar d dunia harus begitu..
    Salahnya d mana? Apa kita kurang maksimalkan zakat dengan badan zakatnya ato sudah jadi tradisi untuk mengemis- ngemis..
    Solusi yang kita cari d sini..

  15. seharusnya kita bisa lebih bijak lagi memaknai dari tempat ibadah kita sendiri

  16. Sebenernya bukan mengemis, tapi karena di Islam ukhuwahnya yang sangat kental untuk membantu saudaranya yang membutuhkan dan itu kan juga memberi kesempatan pada siapapun yang mau beramal untuk mendapatkan ridho-NYA.

  17. Terima kasih kepada semua Shohabat yang telah memberi respon yang sangat baik terhadap tulisan ini…….maaf sekali karena tidak bisa membalas koment anda semua sebab saya lagi ada kerjaan yang mendesak……

    especialy @ siwi : kalo ukhuwah kita islamiyah dan ghiroh keislaman kita sangat kental dan menyatu dengan kita maka seharusnya tanpa digembar gembor kita justru berebutan membantu masjid yang baru akan berdiri (amal jariyah) dan gak harus masjid yang meminta kepada kita. ya kan mbak siwi

  18. hmm…
    nice posting…

    jadi inget masjid dekat rumah.. yang udah hampir 10 tahun belum selesai-selesai juga…, tapi memang anggarannya luar biasa besar…. entah berapa “M” gitu saya lupa

    [senyum]🙂

  19. semoga saja banyak dermawan muslim yang membaca artikel ini, dan terenyuh hatinya dengan kondisi yang ada.
    sekedar info, kalo di mesir banyak para dermawan yang tidak segan2 memberikan hartanya untuk kepentingan islam, bahkan jika bulan ramadhan tiba, hampir di setiap masjid menyediakan buka bersama selama sebulan penuh. (menunya pasti spesial loh)
    subhanallah.. sungguh pemandangan yang indah bukan?

  20. benahi diri dan pribadi menjadi insan yang berguna untuk sekarang dan masa depan.

    Rumah Allah adalah sumber dunia dan ukhrawi kita juga.

  21. saya juga suka bingung itu…..
    tapi yang saya juga suka bingung, ternyata kita sering membangun mesjid…..cuma jarang diisi, digunakan, dan dimanfaatkan secara maksimal…

    sholat kan shaf-nya pada kosong….

    orang jarang yang mampir, paling jum’atan (haduh…saya juga termasuk nih…)

  22. tapi saia pernah mengetahui bahwa orang2 yang berkeliling minta dana pembangunan mesjid, hanya sebatas kedok untuk memperhalus kata ‘mengemis’ dan tidak apad tujuan sebenarnya. Nah loh..so how??

  23. nyumbang buat mesjid amalnya kan ga putus2.
    tapi banyak juga org2 yg memanfaatkan hal itu. minta-minta buat mesjid, ternyata malah dipake buat hal lain..

  24. yah… sering kali terlihat dan terjadi, Pembangunan Masjid meminta dana dipinggir2 jalan, sampai berjalan jauh demi berdirinya tempat Ibadah kaum mayoritas, bahkan pernah ada saya lihat Pembangunan Masjid yang “mengemis” dana itu terletak Tepat didepan Bangunan Tempat Ibadah Agama lain…….

  25. Assalamu’alaikum wr wb.
    Setuju dengan tulisan ini.
    Sewaktu masa remaja di daerah (Jogya), bangun masjid itu bersumber dari potensi wilayah yang berkontribusi, jadi tidak berharap dari orang lain (jauh). Cukup lingkungan sendiri n sedulur anggota masyarakat. Makanya gak perlu secara terbuka minta sumbangan, apalagi ditempat umum (jalan, bus, kereta, terminal dll). Semoga ini jadi perhatian para pengurus yang berkopenten agar tidak sembarangan menyuruh tenaga mencari bantuan. (maaf-maaf sering disalahgunakan, baik oknum atau malah dimanfaat orang yang tidak ada hubungannya dengan pengurus masjig).

  26. Waduh..jadi inget masjid di desa-ku. Dulu juga gitu. Minta sumbangan di jalan depan rumahku, yang kebetulan itu jalan akses menuju pabrik. Tapi, hasilnya lumayan mas. Karena sekarang masjid di desa ku dah megah. Alhamdulillah, sekarang jemaahnya juga banyak.
    Dan..emang masjidnya cuma 1 sih. Lagipula, uangnya dikelola dengan baik.
    Karena sekarang dah bagus, ya gak minta sumbangan di jalan lagi. 🙂

  27. assalamualaikum

    yuppz, jg prihatin ma keadaan kya gtu… nyumbang bwat msjid kan g’ da ruginy, manfaatny jga dirasain ma qta koq… ya kan?

  28. Ironis sekali. padahal kaum Muslimin banyak yang kaya. Abu Rizal Bakrie orang terkaya di Asia Tenggara ngaku Muslim, Jusuf Kalla, Syekh Puji dll. banyak sekali yang mempunyai Bank Uang. Tapi kondisi kaum muslimin secara keseluruhan sangat mengenaskan. Ya itulah potret umat Islam yang pada egois semua.

  29. Blum lagi kalo mereka pake gendong anak2..Pa lagi kalo anaknya sewaan…
    Zakat 2,5% kayaknya udah gak cukup lagi nih…

  30. Anda bisa melihat situs mda kami yang kami bangun dengan biaya swadaya masyarakat sekitar kami. Kami berharap ada yang melihat situs ini yang sederhana.
    Wassalam.
    http://www.mdanurulamal.webnode.com

  31. Misjid mengemis untuk berdiri tapi gereja yang telah berdiri dibakar habis oleh pengimis islam, dunia pengemis islam bagaikan bencana dalam pengimis agama islam…toleransi yang berteriak dari mulut pengemis islam sedang keluar dari mulut yang najis yang berlebel islam, tetapi didalam hati mengutuk non kafir.., semua terjadi karena pengemis dengki dan iri hati kepada agama lain.

    Seperti kata Muhammad nabi palsu dari mulutnya yang najis; Perangilah dan bunuhlah jika tidak tunduk dalam penhemis islam ….kenajisan mulut pendurhaka nabi cabul ini membuat dunia islam dianggap agama palsu.

    Waspadailah karena akan muncul nabi palsu yang mengemis dengan torensinya, tetapi apa yang kita alami selama islam yang membuat kerusakan dimata dunia. Mereka tersenyum sebagai pengemis dihadapanmu, tetapi didalam hati mereka mengutuk non muslim.

    Ini bukan fitnah tetapi kenyataan karena kita berada dalam lingkaran setan berkedok agama ciptaan nabi palsu memet bin Abdulah.

  32. Saya juga kadang-kadang miris jika melihat orang di jalan sedang meminta sumbangan untuk membangun mesjid,namun yang lebih miris lagi adalah orang-orang yang berkeliling mencari sumbangan untuk pembangunan pesantren dan lain sebagainya. beberapa waktu lalu ada acara di stasiun TV swasta yang membahas tentang orang-orang yang suka meminta sumbangan di bus, rumah-rumah dan lain sebagainya yang membawa map yang isinya untuk pembangunan pesantren, namun pada saat itu ditelusuri alamat yang tertera di map tersebut, dan hasilnya alamat tersebut fiktif dan tidak ada pembangunan pesantren atau lain sebagainya di tempat tsb.
    Bukan kita tidak mau untuk beramal, namun sekarang orang menghalalkan cara untuk mencari uang.Semoga bermanfaat.
    Terima kasih.

  33. klo di bali..tiap rumah harus punya tempat suci..muslim kan tiap rw..mana lebih hebat

  34. saya lagi bangun masjid jamie al-istiqomah di kp. ciseda, ds. sukaasih kec. singaparna kab. tasikmlaya,, biaya total sekitar Rp 850.000.000 skarang baru selesai 40%. saya senang ada orang yg masih sadar untuk menyumbang masjd seperti anda….
    kira2 anda mau nymbang berapa ke masjid saya..??? kan sayang daripada uangnya di belikan makanan yang berakhir di closet…..
    Makasih GAN,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: