• Arsip Posting Blog Ini

  • Assalamu’alaikum Saudaraku

    Selamat Datang Di Gubug Maya milikku, Sebagai tamu adalah suatu kehormatan bagi saya untuk menjamu anda dengan tulisan-tulisan saya yang kurang berilmu. Komentar Anda Adalah Bentuk Perhatian Anda Bagi Kami Terima kasih Kunjungannya
  • Makna Hidup !!!!!

    Katika kita lahir, kita menangis dan semua orang tertawa melihatnya maka ketika kita mati, seharusnya kita buat mereka menjadi menangis melihat kita dan kita tertawa karena melihat syurga sesaat sebelumnya
  • Kata Mutiara

    Orang Cerdik Adalah orang yang selalu menjaga dirinya dan beramal untuk bekal sesudah mati, Orang Kerdil adalah orang yang hanya menuruti hawa nafsunya tetapi ia mengharapkan berbagai harapan pada Allah (HR Turmudzi)
  • Halaman yang ada

  • Hisab Bernilai BENAR jika telah jatuh Rukyah

  • Islam Rohmatan Lil’Alamin

    Jangan Membuat Sulit Pengamalan Islam Karena Islam Itu Mudah dan Memudahkan
  • Hikmah

    "Orang yang kaya beramal dengan hartanya, Orang miskin beramal dengan kesabarannya"
  • Istiqomah!!!

    Kadang apa yang kita lakukan tiada menghasilkan apapun kecuali kepenatan, tapi keistiqomahan akan berbuah dan buah istiqomah itu tidak lain adalah sebuah kebahagian
  • Tebarkan Kebaikan

    Silahkan ambil artikel atau apapun di situs ini tanpa harus meminta ijin namun menyertakan link balik ke situs ini sebagai wujud etika berjaringan. Terima kasih telah berbagi ilmu dengan saya
  • Total Pengunjung yang Pernah Singgah

  • Yang Sedang Online(s)

  • Jalin Silaturahim Lewat Jaringan Silahkan Klik

    Gak Bisa di Klik??? Langsung aja add radenmas_surya
  • Hati dan Cahaya Ke-Maha Agung-an Allah

    "tidak akan cukup untuk menampung Ku Langit Ku dan Bumi Ku itu, yang cukup menampung Ku adalah jiwa hamba Ku yang beriman" (hadist Qudsi)
  • Rumusan Tulisan

Keikhlasan, Qonaah dan Tawadhu

Tidak seperti biasanya, hari itu Ali ibn Abi Tholib ra pulang kerumah lebih awal menjelang sholat Ashar. Fatimah binti Rasulullah ra menyambut dengan suka cita seraya berharap Suaminya tercinta membawa uang hasil jerih payahnya hari ini untuk membeli keperluan didapur. “Salam kakanda”, sapa manis Fatimah ra dengan raut yang penuh ketulusan. “Seperti kanda lelah sekali, …” belum sempat meneruskan perkataannya, Ali ibn Abi Tholib ra berkata “Maaf sayangku, aku tidak mendapatkan uang sepeserpun”. Namun dengan wajah mais dan senyumnya Fatimah ra menjawab “Tak apa kanda, Bukankah Rizki itu sudah diatur dan bukan kita yang mengaturnya.” Sungguh ucapan yang sangat indah terdengar dan menetramkan hati Ali ibn Abi Tholib ra, menunjukan betapa Tawakalnya Fatimah ra, padahal di dapurnya tidak ada lagi bahan mentah untuk dimasak.

Tak lama kemudian Ali ibn Abi Tholib menuju ke Masjid untuk sholat berjamaah dan ketika ia hendak pulang dari Masjid diperjalanan ia bertemu dengan orang tua. Orang tersebut bertanya “Hai anak muda, apakah benar kau itu Ali anak Abi Tholib?”. Dengan penuh keheranan Ali ra pun menjawab “Ya, saya Ali anak Abi Tholib, bagaimana engkau tahu namaku duhai Orang tua?”. Orang itu pun menjawab “Dulu ayahmu pernah ku suruh bekerja membersihkan kulit binatang untukku dan aku belum membayar upahnya. Dan sekarang aku membayarnya kepada selaku ahli warisnya.” Sambil meraba saku orang tersebut mengeluarkan uang sebanyak 30 dinar. Dengan raut senang Ali ibn Abi Tholib ra pun mengambil uang 30 dinar haknya itu. Lalu dengan raut yang gembira ia pulang kerumah dan memberitahukan kepada istrinya. “Subhanallah…..ini rizki yang tiada terduga” kata Fatimah ra mendengar penuturan suaminya itu. “Lekaslah kau belikan bahan makanan semua uang itu dipasar kanda” lanjutnya.

Kemudian Ali ra pun pergi ke pasar, namun di depan pasar ia mendapati orang fakir menengadahkan tangan dan berkata “Barang siapa yang ingin bersedekah di jalan Allah maka bersedekahlah kepada musafir yang kehabisan bekal ini.” Tanpa pikir panjang Ali ra pun memberikan semua uangnya itu kepada orang tersebut, kemudian ia pun pulang dengan wajah murung kembali namun bukan menyesali uang yang ia sedekahkan tapi karena mengingat istrinya. “Salam‘alaik ya Fatimah” sapanya kepada istrinya itu. Fatimah kebingungan mendapati suaminya tidak membawa barang belanjaan sama sekali. Kemudian diceritakanlah kepada Fatimah ra tentang apa yang telah dilakukannya. Kembali dengan senyuman Fatimah ra menjawab “Tidak apa duhai suamiku. Bila aku mendapati yang demikian pastilah akan ku lakukan yang sama dengan engkau duhai suamiku. Bersedekah itu lebih baik daripada Bakhil(kikir)”. Mendengar ucapan itu hati Ali ra pun lega dan berkata dalam hatinya “Tidak salah aku memilihmu, sungguh mulia akhlaqmu Fatimah”

Ditranslate dari suara Radio ‘Alaika Salam Jakarta (95.5 FM Jakarta) dengan redaksi penulis. Semoga bermanfaat, Afwan.

Allahu Subhanahu Wata’ala ‘Alam

Iklan

Belajar Tauhid dari Kanguru (Dongeng Anak Cerdas)

Dikala malam yang sunyi, yang indah dengan bintang-bintang yang terus berkelap-kelip. Di sebuah rumah, ada seorang ibu terlihat sedang menina bobokan anaknya. Ditangannya ada sebuah buku cerita yang hendak ia ceritakan kepada anaknya tercinta. Maka diceritakanlah sebuah cerita tentang seorang anak yang berteman dengan para hewan, dan inilah ceritanya.

Disebuah padang safana, Ali dan keluarganya sedang berlibur. Pada suatu pagi Ali bertemu dengan seekor kanguru, disalaminya kanguru itu “Salam’alaik ya kanguru……..kaifa khalq”, kangurupun menjawab” ’Alaikum salam ya Ali…..Alhamdulillah, Khoir……”. Alipun bercakap-cakap dengan Kanguru tersebut dan tak lama keluar sesuatu dari kantongnya, kepala anak yang lucu keluar dari kantongnya, menengok ke arah Ali dan masuk kembali. Ali yang bingung bertanya kepada sang Kanguru “Hei kanguru….apakah gerangan yang muncul itu?lalu apa pula itu yang ada diperutmu?kantongkah?bagaimana kau buat itu?” dengan senyum sang kanguru pun menjawab “itu adalah bayiku yang memang hidup dikantong dan aku tidak buat kantong ini, kantong ini adalah hadiah dari Allah sebagai anugrah bagiku, anak, dan keturunanku”

Ali hanya bingung seraya bertasbih”Subhanallah…..lalu bagaimana anakmu masuk kesitu?bukankah anakmu tidak lahir dikantong itu?” sang kangurupun dengan sabar menjelaskan kepada Ali, “begini Ali…..memang benar anakku tidak lahir didalam kantong, ketika lahir anakku hanya berukuran sebesar jompol kamu, terus dengan inspirasi(ilham) yang diberikan oleh Allah, ia berjalan menuju kedalam kantong dan didalam kantong sudah menanti 4 puting susu yang semuanya berbeda kadar gizi dan suhunya.” Mendengar penjelasan yang diberikan sang Kanguru justru menambah penasaran Ali dan kembali Ali mengajukan pertanyaan terakhirnya ”lalu bagaimana kau buat itu semua?susu-susumu kau panaskan dimana? Kok bisa beda-beda?”

Sang Kanguru pun menjelaskan “aku tidak membuat itu semua, apalagi harus berpusing ria dengan memanaskan dan memperhitungkan nilai gizi disetiap puting susuku, aku tidak sanggup memikirkan itu semua. Hanya Dzat yang Maha Memelihara-lah yang menginspirasi itu semua dan aku hanya diberi anugrah itu.” Maka Ali pun hanya tertunduk dan merenungi firman Allah Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinda untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). (Surat Al Kahfi: 109)

Tak terasa sang anakpun telah tertidur dengan cerita itu, dan sekarang anda pun sudah ngantuk kan dengan cerita ini. Semoga bermanfaat, Semoga Allah menjernihkan hati kita semua.Afwan

Diambil dari dongeng anak pintar yang diedit oleh Kuncen

Sepuluh Keutamaan Ilmu Menurut Shohabat Ali ibn Abi Tholib

• Ilmu adalah warisan para nabi, sedangkan harta adalah warisan dari
Fir’aun, Qarun, dan lain-lain.


• Ilmu selalu menjaga orang yang mempunyainya, sedangkan harta
dijaga oleh orang yang mempunyainya.


• Orang yang berilmu banyak mempunyai teman, sedangkan orang yang berharta mempunyai banyak lawan.

• Ilmu apabila diberikan kepada orang lain akan bertambah sedangkan harta bila diberikan akan berkurang.

• Ilmuwan sering dipanggil alim, ulama, dan lain-lain. Sedangkan hartawan sering dipanggil bakhil, kikir, dan lain-lain.

• Pemilik ilmu akan menerima syafaat pada hari kiamat, sedangkan pemilik harta akan dimintai pertanggungjawabannya diakhirat kelak.

• Ilmu apabila disimpan tidak akan habis, sedangkan harta bila disimpan akan usang dan lapuk.

• Ilmu tidak usah dijaga dari kejahatan, sedangkan harta selalu dijaga dari kejahatan.

• Ilmu tidak memerlukan tempat, sementara harta memerlukan tempat.

• Ilmu akan menyinari hati hingga menjadi terang dan tenteram, sedangkan harta akan mengeraskan setiap hati manusia.

Masjid mengemis untuk dapat berdiri kokoh

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan yang sebelumnya namun dengan pembahasan yang berbeda.

Pernah anda melihat ornag berjajar dijalan dengan jaring dan pengeras suara di tepian mengajak anda untuk beramal? saya kira semua orang sudah tidak asing dengan kejadian seperti ini. Atau barangkali ada orang datang kerumah atau dimasjid-masjid lain dengan membawa proposal pembangunan Masjid yang entah dimana lokasinya tapi meminta sumbangannya kemana? Ya kejidian seperti ini seperti potret umum di Indoensia yang notaben-nya mayoritas Muslim. Baca lebih lanjut

Jangan menunggu Kaya!!!

Tak perlu menunggu kaya untuk beramal dan menebar manfaat.

Tak perlu menunggu kaya untuk memberi dan berbagi kepada sesama.

Dan tak perlu menunggu kaya karena segala amal yang kau berikan tak dihitung dari banyak atau sedikit yang engkau berikan tapi dihitung dari seberapa ikhlas engkau memberikan. Baca lebih lanjut

Ayat-Ayat Tasybih (Salah Tafsir Maka Kau Sesat)

Mengenai ayat mutasyabih yang sebenarnya para Imam dan Muhadditsin selalu berusaha menghindari untuk membahasnya, namun justru sangat digandrungi oleh sebagian kelompok muslimin sesat masa kini, mereka selalu mencoba menusuk kepada jantung tauhid yang sedikit saja salah memahami maka akan terjatuh dalam jurang kemusyrikan, Baca lebih lanjut

Cerita Dibalik Hukuman Mati Amrozi CS (Menguak Arti Jihad)

Tanggal 9 November pukul 00.00 atau ada yang menyebut 00.15 Amrozi, Imam Samudra dan Ali Ghufroh telah dihukum mati dengan cara ditembak tanpa ditutup mata sesuai permintaan para terpidana. Mereka ditembak oleh tiga regu tembak dan oleh peluru yang tersendiri untuk masing-masing tersangka. Kemudian pagi dini harinya jenazah mereka dibawa dengan Helikopter menuju tempat atau rumah duka masing-masing tersangka. Baca lebih lanjut